RELATIF.ID, GORONTALO – Sempat beberapa kali terheti karena covid-19 dan pemilu, Festival Ketupat Jaton Gorontalo bakal diramaikan dengan hadirnya kembali lomba tradisional karapan roda sapi dan kuda gerobak.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini, akan dimulai dari tanggal 7 hingga 9 April 2025, bertempat di Lapangan Golf Josonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim mengungkapkan bahwa kontes dan karapan ini menjadi daya tarik utama dalam festival. Sebab, ada sebanyak 60 hingga 70 peserta, baik peserta lokal maupun dari luar daerah turut ambil bagian dalam lomba karapan roda sapi.
Sementara untuk lomba kuda gerobak, panitia telah mencatat ada sebanyak 24 peserta dari berbagai daerah, Manado, Bitung, Bolmong, dan Minahasa Utara, termasuk Gorontalo.
“Awalnya hanya dua hari, tapi karena jumlah peserta cukup banyak maka kita tambah satu hari, jadi total tiga hari perlombaan,” jelas Danial, Sabtu (5/4/2025).
Lebih lanjut, untuk lomba karapan roda sapi, itu terbagi dalam beberapa kelas race, yakni 100 meter kategori pemula (ekstra).
Kemudian, pemenang dari kelas 100 meter, akan kembali dilombakan di kelas 125 meter untuk memperebutkan 1 ekor sapi sebagai hadiah utama.
Sementara itu, ada juga kelas race jarak 150, 200, dan 250 meter untuk kategori profesional. Para pemenang dari kategori ini, akan bertanding kembali di kelas 200 meter untuk memperebutkan hadiah 1 ekor sapi.
Dan khusus untuk lomba kuda gerobak, terdapat lima kelas rice yang dipertandingkan, yaitu 800 meter, 1000 meter, 1200 meter, 1400 meter, dan 1600 meter, dengan total hadiah mencapai Rp100 juta.
Sebagai bagian dari festival ini, panitia juga mengadakan lomba untuk kontes sapi terbaik, dengan 20 ekor sapi yang sudah diseleksi.
Adapun syarat utama penilaian dari kontes sapi tersebut, kata Danial, adalah berat minimal 800 kilogram hingga 1 ton, kebersihan, dan penampilan. Dan para pemenang yang mengikuti kontes sapi ini juga akan mendapatkan hadiah khusus.
Danial mengatakan, sebelum mengikuti pertandingan, semua hewan akan diperiksa kesehatannya oleh tim dokter dan ahli hewan dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo.
“Kami ingin memastikan sapi dan kuda dalam kondisi sehat dan aman untuk diperlombakan,” ujar Danial.

Pemprov Gorontalo fasilitasi stand UMKM dan Masyarakat
Tak hanya budaya dan olahraga, sebagai bagian dari upaya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga telah memfasilitasi 30 stand untuk UMKM di lokasi tersebut.
Danial mengungkapkan, baik peserta yang mendaftar maupun masyarakat yang juga turut menyaksikan festival, tidak dipungut biaya alias gratis.
“Ini bagian dari program strategis gubernur yang mendorong pariwisata, UMKM, hingga pertanian, khususnya peternakan, dan fasilitas yang kami telah sediakan ini, semuanya gratis bagi masyarakat. Olehnya, karapan ini membuktikan bahwa Gorontalo punya potensi besar dalam peternakan sapi,” katanya

Imbauan bagi Penonton atau masyarakat
Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama saat menyaksikan kegiatan tersebut, Danial mengimbau seluruh masyarakat ataupun penonton agar tidak melewati batas lintasan arena yang telah disediakan.
“Kecepatan karapan sapi dan kuda ini cukup tinggi. Kami minta kepada masyarakat agar menonton dengan aman dari tempat yang sudah disediakan. Jangan masuk ke lintasan lomba, demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Demi kelancaran dan keamanan festival tersebut, Danial menyampaikan, bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, dan Satpol PP yang akan berjaga sepanjang kegiatan berlangsung.
“kami ingin, kegiatan ini bukan hanya meriah, tapi juga aman, lancar dan sukses, tanpa perjudian,” kata Danial.
Terakhir, Danial berharap, Pemerintah Provinsi Gorontalo kedepannya menjadikan festival ini dalam agenda tetap di kalender tahunan.
“Dan Insyaallah kedepannya Pemerintah Provinsi, bisa menjadikan kegiatan atau Festival ini menjadi kalender tetap tahunan,” pungkasnya.
Penulis: Beju



