RELATIF.ID, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mencatat realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2024 mencapai Rp1,004 triliun atau 93,77 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD Perubahan tahun 2024.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan memaparkan sejumlah realisasi pendapatan daerah yang bersumber dari beberapa komponen.
Adapun realisasi pendapatan daerah yang bersumber dari beberapa komponen yaitu sebagai berikut:
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
PAD tahun 2024 terealisasi sebesar Rp145,09 miliar atau 81,74 persen dari target. Komponen terbesar dalam PAD berasal dari:
- Lain-lain PAD yang sah sebesar Rp99,09 juta atau 68,30 persen dari total PAD,
- Pajak daerah sebesar Rp33,96 miliar atau 23,41 persen,
- Retribusi daerah sebesar Rp7,93 miliar atau 5,47 persen, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp4,1 miliar atau 2,83 persen dari target.
2. Dana Transfer
Dana transfer yang masuk ke kas daerah tercatat sebesar Rp1,273 triliun. Komponen dana transfer terdiri dari:
- Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp736,43 miliar atau terealisasi 96,47 persen dari target,
- Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp124,04 miliar atau 98,19 persen,
- Dana Alokasi Khusus non-fisik sebesar Rp165,94 juta atau 81,90 persen, dan
- Dana bagi hasil sebesar Rp10,88 miliar atau 123,08 persen dari target.
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
Komponen ini menyumbang Rp4,27 miliar terhadap total pendapatan daerah tahun 2024.
Sementara itu, untuk belanja daerah tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menganggarkan sebesar Rp1,536 triliun dan berhasil merealisasikan sebesar Rp1,349 triliun atau 87,87 persen. Anggaran tersebut terbagi dalam beberapa komponen, yaitu:
- Belanja Operasi, terealisasi sebesar Rp950,28 miliar atau 87,14 persen, dengan kontribusi 61,86 persen terhadap total belanja daerah.
- Belanja Modal, terealisasi sebesar Rp162,12 miliar atau 83,43 persen, dengan kontribusi 10,55 persen.
- Belanja Tak Terduga, terealisasi sebesar Rp2,63 miliar atau 65,98 persen dari anggaran.
- Belanja Transfer, terealisasi sebesar Rp234,84 miliar atau 94,98 persen, dengan kontribusi 15,29 persen terhadap total belanja.
Bupati Sofyan Puhi mengungkapkan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah proses konsolidasi laporan keuangan pemerintah daerah selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
“Realisasi belanja daerah ini, masih bersifat sementara dengan presentase sebesar 87,87%. Angka ini diprediksi akan mengalami peningkatan setelah seluruh proses konsolidasi laporan keuangan Pemerintahan daerah selesai dilaksanakan,” ujar Sofyan.
Penulis: Beju



