kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaProvinsi Gorontalo

Frontal? Lebay? Aktivis Gorontalo: Jangan Terkesan Tidak Objektif dan Proporsional Menilai Tim Komunikasi Gubernur

314
×

Frontal? Lebay? Aktivis Gorontalo: Jangan Terkesan Tidak Objektif dan Proporsional Menilai Tim Komunikasi Gubernur

Sebarkan artikel ini
Aktivis mahasiswa, Andi Taufik mengenakan almamater Hijau.

RELATIF.ID, GORONTALO – Sejumlah mahasiswa dan aktivis muda di Provinsi Gorontalo angkat bicara menanggapi polemik seputar gaya komunikasi tim kehumasan dan komunikasi Gubernur Gorontalo yang belakangan ini ramai disorot publik.

Mereka meminta masyarakat agar bersikap objektif dan tidak hanya menyalahkan satu pihak.

Dinosaur

Salah satu aktivis mahasiswa, Andi Taufik menyayangkan narasi yang berkembang akhir-akhir ini.

Ia menilai, tim komunikasi gubernur seolah digambarkan terlalu frontal dan berlebihan, hingga dianggap memperkeruh suasana.

“Torang lia, justru selama ini tim komunikasi gubernur su berusaha menyampaikan informasi secara cepat, terbuka, deng berimbang. Ndak enak juga kalau baru karena gaya bahasa tegas, langsung dinilai lebay. Mari kita lia dari dua sisi,” ujar Andi, Selasa (6/5/2025).

Ia juga mengajak semua pihak untuk introspeksi, terutama dalam hal gaya komunikasi. Menurut Andi, kritik soal pilihan diksi dan gaya penyampaian seharusnya berlaku adil untuk semua pemimpin.

“Jujur-jujuran jo, ada juga kepala daerah yang sering bicara di publik deng gaya kasar, pilih diksi yang kasar, jauh dari kesan pemimpin yang baik, tapi ndak ramai-ramai dibilang lebay toh?” katanya.

Andi Taufik yang juga mahasiswa IAIN Gorontalo ini mengingatkan, pentingnya melihat persoalan dengan kepala dingin di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik di Gorontalo.

“Sekarang ini dinamika sosial deng politik lagi tinggi skali. Tim komunikasi juga pasti banyak tantangan yang dorang hadapi, terutama untuk luruskan informasi yang simpang siur,” ucapnya.

Saat ini, kata Andi, generasi muda membutuhkan informasi yang lugas dan transparan, bukan yang diputar-putar. Ia menilai upaya tim komunikasi gubernur perlu diapresiasi, bukan justru dibungkam.

“Sebagai anak muda, torang ini butuh informasi yang jelas, langsung, jangan diputar-putar. Kalau tim komunikasi malah disuruh diam, trus informasi negatif menyebar, siapa mo klarifikasi? Ndak adil juga kalau kerja dorang malah dilemahkan,” tegasnya.

Menarik Untuk Anda :  Cegah Pelanggaran Siber, Wahyudin Ajak Mahasiswa Sebarkan Konten Positif Kepemiluan di Jagat Sosial Media

Dirinya menegaskan, bahwa kritik tetap diperlukan, namun harus dilandasi niat yang konstruktif.

“Kalau mo kritik, silakan. Tapi jangan pake niat-niat lain. Lebih baik torang bantu dorang supaya komunikasi pemerintah ke masyarakat makin bagus,” jelas Andi.

Menutup pernyataannya, ia berharap masyarakat Gorontalo tetap tenang dan tidak mudah tergiring oleh opini.

“Kalau sampe nda ada tim komunikasi yang tanggap, nanti informasi di luar itu makin liar. Biarlah publik yang menilai, jangan digiring-giring seolah jubir gubernur yang jadi masalah,” tukasnya.

 

Penulis: Beju

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312