RELATIF.ID, GORONTALO – Meski tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo sudah dikantongi, Bupati Sofyan Puhi belum juga mengambil keputusannya.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi masih dalam koridor administratif dan belum sampai pada tahap penetapan pejabat definitif.
“Yang ada ini tiga dari pansel. Saya hari ini belum memilih,” ujar Sofyan kepada awak media, usai rapat paripurna di DPRD Kabupaten Gorontalo, Selasa (6/5/2025).
Sofyan menjelaskan, tahapan yang akan dilalui setelah ini cukup jelas. Tiga nama tersebut akan dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk verifikasi administratif. Setelah itu, BKN akan mengembalikannya ke Bupati untuk dipilih satu orang.
“Baru saya pilih setelah rekomendasi itu keluar dari BKN. Setelah saya memilih, nama itu akan dikirim ke Mendagri lewat Gubernur,” katanya.
Soal munculnya tiga nama dari sebelumnya 13 orang itu, ia tak ingin mencampuri urusan Panitia Seleksi.
“Kenapa keluar tiga nama, itu urusan Pansel. Saya tidak ada pesan, saya berikan full mereka untuk bekerja. Saya harus fair,” kata Sofyan.
Ketika ditanya soal adanya dugaan salah satu calon memiliki afiliasi dengan organisasi keagamaan, Sofyan memilih irit bicara.
“Saya tidak ingin komentar itu,” ujarnya singkat.
Meski begitu, ia memastikan tidak ada satu pun dari tiga kandidat yang bukan bagian dari jaringan kadernya.
“Seluruh kader saya. Gak ada yang bukan kader saya. Seluruh yang terbaik, karena tiga ini luar biasa,” katanya.
Sofyan pun tak menampik bahwa penunjukan Sekda adalah keputusan politik yang penuh risiko.
“Seluruh namanya putusan politik harus berisiko,” katanya.
Ia mengaku masih mencermati kelengkapan administrasi formal dari para calon tersebut.
“Administrasi formal itu dibahas oleh pansel. Saya lihat apakah di pansel itu melihat itu atau tidak,” ujarnya.
Soal siapa yang akan terpilihnya nanti, Sofyan meminta semua pihak agar bersabar.
“Tunggu dulu. Harusnya yang terbaik.”
Penulis: Beju



