RELATIF.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memaparkan lima program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Lima program ini tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo tahun 2025-2029, yang dipaparkan pada Pembicaraan Tingkat I di Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-28, Selasa (8/7/2025).
“RPJMD adalah amanat konstitusi dan alat atau pedoman pembangunan Provinsi Gorontalo selama lima tahun. Untuk memenuhi target-target atau sasaran, RPJMD mengandalkan lima program unggulan,” jelas Gusnar, dikutip dari berita.gorontaloprov.go.id, Kamis (10/7/2025).
Adapun lima program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yaitu:
Pertama, Program Peningkatan Kualitas SDM
Program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kata Gusnar, mutlak guna membangun Provinsi Gorontalo lima tahun kedepan.
Olehnya, lanjut dia, ada pembagian wewenang dalam tingkat sekolah untuk menyelenggarakan kewajiban pendidikan.
“Perlu membenahi masalah klasik tahunan repetitif, yaitu kecenderungan siswa memilih sekolah tertentu,” katanya.
Sebelum beralih ke program lain, Gusnar menyampaikan pentingnya meningkatkan sumber daya manusia lulusan program doktor.
“Banyak faktor yang memengaruhi, tetapi sebagai eksekutif, kami akan mengatasi masalah tersebut melalui penyetaraan kualitas sekolah,” ungkapnya.
Dirinya juga menjelaskan langkah-langkah strategi secara detail yang telah disiapkan, yaitu penambahan sekolah favorit per tahun untuk dikualifikasi, dan pembangunan sekolah vertikal ke atas untuk distribusi siswa.
Kedua, Program Pembangunan Agro maritim
Pada penyampaiannya itu, Gusnar menekankan fokus pada pembangunan agro maritim.
Menurutnya, program ini sejalan dengan program pembangunan nasional dalam rangka menciptakan ketahanan pangan per Provinsi yang kokoh dan berkelanjutan.
Sebab, kata dia, sektor ini menyumbang 60 persen terhadap PDRB Provinsi Gorontalo.
Ketiga, Program Pembangunan UMKM
Pembangunan UMKM dinilai penting, karena sebagai sumber terbesar kedua setelah agro maritim.
Dalam pengamatannya selama empat bulan masa pemerintahannya, Gusnar menemukan beberapa persoalan yang akan coba ia petakan terlebih dahulu.
“Dalam rangka mengelola UMKM, kami akan membagi kelasnya menjadi tiga, yakni pemula, menengah, dan mapan. Setelah itu, kami akan memonitor secara kontinuitas guna meningkatkan kualitas UMKM, tidak asal memberikan bantuan,” bebernya.
Program keempat dan Kelima: Pariwisata dan Infrastruktur
Gusnar menilai, kedua program ini saling bertautan. Dimana, setiap satu destinasi wisata di kabupaten/kota, dibarengi juga dengan peningkatan kualitas infrastruktur.
Sehingga, hal ini tidak dapat diabaikan, terutama jalan desa dan listrik. Oleh karena itu, Gusnar menjanjikan alokasi anggaran untuk program tersebut.
“Impres jalan desa akan difokuskan ke kantong produksi untuk ketahanan pangan sehingga tidak ada lagi pemisahan wewenang. Tinggal koordinasi. Kebutuhan dasar infrastruktur tidak kalah penting lainnya adalah listrik. Saat ini, anggota DPR RI Gorontalo tengah memperjuangkan kebutuhan listrik untuk Gorontalo,” tandasnya. (Beju)



