RELATIF.ID, GORONTALO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Gorontalo terus meneguhkan perannya dalam menjaga tradisi Islam ahlusunnah wal jamaah (Aswaja) melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Peringatan yang berlangsung khidmat di rumah adat Bantayo Pobo’ide, Sabtu malam (20/9/2025), ini mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat.
Suasana keagamaan berpadu dengan nuansa budaya Gorontalo, menandai eratnya hubungan Islam tradisional dan kearifan lokal.
Ketua PC NU Kabupaten Gorontalo, Ariyanto Mopangga mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi pengejawantahan inti kegiatan NU yang selalu berpijak pada Islam Aswaja.
“Islam ahlusunnah wal jamaah itu melakukan pembelaan terhadap tradisi-tradisi dan budaya masyarakat lokal yang tidak bertentangan dengan nilai agama,” ujarnya.
Ia menegaskan, Maulid adalah tradisi paling monumental yang wajib dijaga dan dilestarikan lewat hari-hari besar Islam.
“Komitmen kita adalah bagaimana Islam tradisional yang diwariskan para sesepuh adat Gorontalo tetap hidup melalui ritual keagamaan pada momentum hari-hari besar Islam,” jelasnya.
“Maka wajib bagi NU untuk senantiasa melaksanakannya,” tegas Ariyanto.
Sebagaimana diketahui, acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas konsistensi NU dalam menjaga harmoni sosial lewat peringatan Maulid.
“Tradisi keagamaan seperti ini bukan hanya mempererat tali silaturahmi, tapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk tetap mencintai nilai-nilai Islam yang ramah dan sejuk,” katanya. (Beju)



