RELATIF.ID, GORONTALO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Gorontalo masa bakti 2025–2029 baru saja dilantik, langsung mencanangkan sejumlah program penguatan literasi hukum bagi masyarakat di daerah.
Ketua DPC Peradi SAI Gorontalo, Ronald Van Mansur Nur mengatakan, organisasi advokat tersebut berkomitmen untuk menghadirkan layanan hukum yang profesional, berintegritas, dan tentu berkeadilan.
“Setiap advokat wajib menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, dan kemandirian dalam menjalankan fungsi penegakan hukum,” ujar Ronald dalam pelantikan pengurus PERADI SAI GORONTALO di salah satu hotel di kota Gorontalo pada Sabtu (29/11/2025) kemarin.
Ia menambahkan, bahwa dinamika hukum saat ini menuntut advokat untuk tidak hanya membela kepentingan klien, tetapi juga menjaga marwah hukum dan konstitusi.
Setelah dirinya terpilih sebagai Ketua Umum DPC pada musyawarah cabang beberapa bulan lalu, Ronald langsung menyiapkan beberapa program prioritas, yang berfokus pada peningkatan literasi dan kesadaran hukum di masyarakat.
Program prioritas yang dicanangkan itu di antaranya ialah Peradi SAI Go to Campus, Go to School, serta Go to Government.
Program ini dirancang untuk memperluas edukasi hukum lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta, sekolah, hingga institusi pemerintahan di Provinsi Gorontalo.
“Kemarin kami sudah memulai dengan mengadakan dialog publik yang melibatkan perguruan tinggi. Bahkan sebelum dilantik, kami sudah menjalankan komunikasi dengan DPN dan beberapa program awal. Ini bagian dari komitmen kami untuk bergerak cepat,” jelas Ronald.
Selain itu, ia menegaskan bahwa kepengurusan dalam periode ini akan terus mengawal isu-isu hukum yang menjadi perhatian publik, dan memberi pencerahan kepada masyarakat terkait arah perkembangan hukum di Gorontalo.
Dari total 46 pengurus yang dilantik, Ronald juga menyampaikan apresiasi atas dukungan sepuluh sesepuh Dewan Penasehat yang turut memperkuat struktur organisasi.
Di tingkat nasional, Ketua Umum DPN Peradi SAI, Harry Ponto yang turut hadir dalam pelantikan itu, mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Cabang Peradi SAI Gorontalo, yang dinilainya berlangsung damai dan demokratis.
Ia menyebut hal itu sebagai contoh kedewasaan anggota dalam berorganisasi.
“Peralihannya sukses, demokrasinya baik, tidak ada yang saling marah. Ini luar biasa. Biasanya setelah muscab banyak yang bertengkar, tetapi Peradi SAI Gorontalo menunjukkan transisi yang mulus,” ujar Harry.
Terkait dengan pelatihan kode etik dan penguatan struktur etik organisasi. Saat ini, DPN Peradi SAI tengah memproses pembentukan Dewan Kehormatan Daerah untuk memastikan penegakan kode etik advokat berjalan lebih efektif dan berwibawa.
Mengakhiri penyampaiannya itu, Harry kembali mengingatkan bahwa kepemimpinan di Peradi SAI harus mengedepankan regenerasi dan ketaatan terhadap Anggaran Dasar.
“Saya hanya ingin satu periode. Regenerasi harus berjalan. Tolong jaga saya agar tetap memegang janji itu,” tegasnya.
Melalui pelantikan dan program-program yang telah dicanangkan, Peradi SAI Gorontalo menargetkan hadir sebagai kekuatan hukum yang lebih terbuka, edukatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Provinsi Gorontalo. (Beju)



