kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaBone Bolango

Pemkab Bone Bolango Libatkan Akademisi, Survei Ekologis Jadi Dasar Pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu

102
×

Pemkab Bone Bolango Libatkan Akademisi, Survei Ekologis Jadi Dasar Pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu

Sebarkan artikel ini
Survei Ekologis Koridor Satwa, Habitat, Lintas Satwa dan Flora Endemik pada ruas jalan Tulabolo–Pinogu yang berlangsung di Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango (Foto: Diskominfo)

RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Rencana pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu, mulai memasuki tahapan penting.

Sebelum desain jalan itu ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menggandeng kalangan akademisi untuk melakukan survei ekologis guna memetakan habitat satwa, koridor perlintasan satwa liar, serta flora endemik di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone.

Dinosaur

Perencanan ini dibahas melaui kegiatan Survei Ekologis Koridor Satwa, Habitat, Lintas Satwa dan Flora Endemik pada ruas jalan Tulabolo–Pinogu yang berlangsung di Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango, Selasa (21/7/2026).

Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan pembangunan akses menuju Kecamatan Pinogu merupakan kebutuhan strategis masyarakat yang telah lama dinantikan.

Namun, proses perencanaannya harus tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Jalan Tulabolo–Pinogu ini penting bagi masyarakat dan menjadi kepentingan bersama. Tetapi dalam perencanaannya kita wajib memperhatikan kepentingan ekologis yang harus dilindungi,” kata Iwan.

Survei Ekologis Jadi Dasar Perencanaan Jalan

Iwan menjelaskan, survei ekologis menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan sekaligus menyiapkan langkah-langkah mitigasi sebelum pembangunan jalan dilaksanakan.

Hasil kajian itu, kata dia, nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan desain teknis jalan, pola penanganan kawasan, hingga berbagai upaya perlindungan terhadap ekosistem di sepanjang koridor pembangunan.

“Survei ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul ketika akses jalan dibuka. Semua masukan yang diperoleh akan menjadi poin penting dalam penyusunan desain dan pengelolaan jalan ke depan,” jelasnya.

Akademisi Turun Langsung ke Lapangan

Sekda mengungkapkan, pembahasan yang dilaksanakan saat ini masih berada pada tahap rancangan awal.

Selanjutnya, tim ekologi yang melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi akan melakukan survei lapangan secara langsung.

Menarik Untuk Anda :  KopDes Merah Putih Gandaria Dikunjungi Satgas Nasional, Samin Rahman: Perubahan untuk Rakyat

Kajian ini akan memetakan jalur habitat satwa, koridor perlintasan satwa liar, lokasi sumber air yang dimanfaatkan satwa, hingga kawasan yang memerlukan perlindungan khusus agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Sebab, data lapangan ini menjadi fondasi penting dalam menentukan bentuk pembangunan yang paling tepat bagi kawasan konservasi.

Pembangunan dan Konservasi Harus Berjalan Bersama

Iwan menegaskan, hasil survei nantinya akan memberikan gambaran mengenai desain jalan sekaligus langkah mitigasi yang perlu diterapkan agar pembangunan tidak mengganggu ekosistem Taman Nasional Nani Wartabone.

“Hasil survei lapangan ini nantinya akan menjawab bagaimana desain jalan yang paling tepat, perlakuan terhadap kawasan seperti apa yang harus dilakukan, serta langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu ekosistem lingkungan di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur yang mengedepankan keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya membuka keterisolasian wilayah Pinogu, tetapi juga tetap menjaga habitat satwa liar dan kekayaan flora endemik yang menjadi bagian penting dari kawasan Taman Nasional Nani Wartabone. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow