RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Suasana peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di kawasan wisata Videotron 360 Derajat, Limboto, mendadak riuh saat seorang remaja bernama Gabriel Samuel Pieter Rondonuwu menyampaikan aspirasi mewakili Forum Anak Kabupaten Gorontalo di hadapan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Gabriel yang merupakan pengurus Forum Anak For Hulontalo Kabupaten Gorontalo periode 2026–2028 menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang selama ini dinilai konsisten memberikan ruang partisipasi bagi anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur dan Bapak Bupati yang selalu mendukung serta memfasilitasi anak-anak di Kabupaten Gorontalo maupun di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Di balik apresiasinya itu, Gabriel mengaku masih memiliki satu harapan besar, yakni tersedianya ruang yang lebih mudah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemimpin daerah.
“Yang menjadi kesulitan kami mungkin jalan untuk menuju kepada Bapak dan Ibu. Kami ingin menyampaikan aspirasi secara langsung,” ungkapnya.
Harapan itu kemudian langsung diwujudkan oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi lewat pengukuhan pengurus Forum Anak For Hulontalo Kabupaten Gorontalo.
Sofyan memastikan, bahwa pihaknya akan terus membuka ruang dialog secara rutin bersama Forum Anak yang dijadwalkan setiap tanggal 23 setiap bulan.
“Forum Anak hari ini kita kukuhkan. Insyaallah setiap tanggal 23 pemerintah daerah akan bertemu dengan Forum Anak. Kegiatannya kita curhat bersama. Apa saja boleh disampaikan,” kata Sofyan.
Mendengar kepastian itu, Gabriel mengaku bersyukur karena anak-anak kini memiliki wadah untuk menyampaikan gagasan maupun persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
“Alhamdulillah sekali. Terima kasih karena kami diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi,” katanya.
Selain menyampaikan aspirasi, Gabriel juga mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Gorontalo yang menurutnya setia mendampingi anak-anak sejak Rabu pagi (22/7/2026) hingga sore hari, dalam seluruh rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42.
“Tadi saya sempat berpikir biasanya orang-orang penting jarang sekali seharian bersama anak-anak. Tetapi hari ini kami melihat Ibu Wakil Gubernur mendampingi kami sejak kegiatan di SMA Negeri 1 Limboto hingga di taman ini,” tuturnya.
Dialog Berpindah dari Kecamatan ke Kecamatan
Bupati Sofyan mengatakan forum dialog bersama anak-anak tidak akan berlangsung di satu lokasi saja. Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan berbagai tempat secara bergilir agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas.
Mulai dari Taman Limboto, kawasan wisata, Pentadio Resort, hingga Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo akan menjadi lokasi pertemuan.
Bahkan, Forum Anak juga akan diajak belajar hukum melalui program Jaksa Sayang Anak.
“Nanti tempatnya berpindah-pindah, termasuk di 19 kecamatan. Kita ingin anak-anak mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda,” ujarnya.
Sofyan menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari misi besar Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam membangun sumber daya manusia yang beragama, berbudaya, unggul, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.
“Agama kita dahulukan, kemudian kita kawal dengan budaya Gorontalo. Setelah itu kita persiapkan anak-anak menjadi manusia yang unggul dan mampu berkompetisi pada tahun 2045,” katanya.
OPD Diminta Siapkan Program Fokus Penuhi Hak Anak
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah, Sofyan mengungkapkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah diarahkan menyiapkan berbagai program yang berorientasi pada pemenuhan hak anak.
Program-program itu mencakup perlindungan anak, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pencegahan eksploitasi dan diskriminasi. Pelayanan ini diberikan secara gratis bagi anak-anak.
Sebab, pemerintah daerah pernah menemukan anak-anak yang terpaksa berjualan di jalan akibat tekanan ekonomi keluarga, termasuk anak yang dijadikan badut untuk mencari uang di tengah jalan.
“Kasus seperti itu pernah kami temukan dan langsung kami perintahkan Satpol PP untuk mengamankan. Anak-anak tidak boleh dieksploitasi karena itu tidak baik bagi tumbuh kembang mereka,” tegasnya.
Olehnya, Sofyan mengajak seluruh anak di Kabupaten Gorontalo untuk terus belajar, berani bermimpi, dan mengejar cita-cita setinggi mungkin.
“Selamat Hari Anak Nasional. Tatap masa depan dan gapailah cita-cita kalian setinggi mungkin,” tutupnya. (Beju)



