BeritaKabupaten Gorontalo

Bupati Sofyan Puhi Harap 41 Alsintan Benar-Benar Dimanfaatkan untuk Garap Lahan

14
×

Bupati Sofyan Puhi Harap 41 Alsintan Benar-Benar Dimanfaatkan untuk Garap Lahan

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO – Sebanyak 41 alat dan mesin pertanian (alsintan) diserahkan kepada masyarakat di Kabupaten Gorontalo.

 

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi berharap, bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menggarap lahan, bukan untuk disimpan setelah diterima oleh kelompok tani.

 

Pesan itu disampaikan Sofyan saat mendampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan alsintan kepada masyarakat di empat wilayah, yakni Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga dan Telaga Biru.

 

Penyerahan berlangsung di Saung Tani Eks Lahan Gelar Teknologi PENAS XVII, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kamis (1/10/2026).

 

Sebanyak 41 unit alsintan yang diserahkan terdiri dari tiga unit traktor roda dua (TR2), dua unit mesin pemangkas, satu unit pompa air dan 35 unit hand sprayer. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman hingga pengelolaan air.

 

Sofyan mengatakan Pemkab Gorontalo akan mengevaluasi pemanfaatan alsintan yang telah tersedia di lapangan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah bantuan tersebut benar-benar digunakan secara maksimal, mengingat masih terdapat lahan yang membutuhkan dukungan sarana pertanian.

 

“Jangan sampai alat-alat pertanian yang ada hanya tersimpan dan tidak dimanfaatkan. Kita akan evaluasi apa kendalanya di lapangan, sementara masih banyak lahan yang membutuhkan dukungan alat pertanian,” ujar Sofyan.

 

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan mendekatkan pelayanan kepada kelompok tani melalui kunjungan langsung ke lapangan. Langkah tersebut untuk melihat kendala yang dihadapi petani sekaligus mencari solusi terhadap lahan yang belum optimal dimanfaatkan.

 

“Kita ingin lahan yang ada bisa lebih optimal dikelola. Setelah kondisi kemarau ini terlewati, kita harus sudah siap menggarap kembali lahan-lahan yang membutuhkan dukungan alat pertanian,” katanya.

 

Menarik Untuk Anda :  LHP BPK Tidak Hanya Indikasi Korupsi, Inspektorat Bone Bolango: Tapi Juga Perbaikan Tata Kelola

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pemanfaatan alsintan perlu dikelola secara berkelompok agar penggunaannya lebih efektif.

 

Untuk traktor roda dua, pengelolaan didorong melalui manajemen UPJA alsintan. Sementara penempatan alat melalui konsep shelter diharapkan dapat mendekatkan pelayanan dengan sentra produksi.

 

“Alat-alat pengolahan tanah maupun panen kita dekatkan dengan masyarakat. Dari shelter itu, alat bisa bergerak lebih dekat sehingga pelayanan kepada petani lebih efektif,” ujar Gusnar.

 

Gusnar juga meminta kelompok tani mendaftarkan luas areal yang akan diolah. Data tersebut diperlukan agar penggunaan alsintan dapat dijadwalkan secara teratur dan alat bisa melayani lebih banyak lahan tanpa banyak waktu terbuang untuk mobilisasi.

 

“Kalau kelompok tani sudah mendaftarkan berapa hektare yang akan diolah, shelter akan mengatur pelayanan. Dengan begitu, alat bisa berputar di wilayah tersebut dan lebih banyak lahan yang dapat dikerjakan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, bantuan alsintan harus dibarengi dengan perawatan berkala agar selalu siap digunakan ketika dibutuhkan petani.

 

Kebutuhan tambahan alat juga dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan, kecamatan, pemerintah kabupaten maupun jalur aspirasi DPRD.

 

Selain penyerahan bantuan, Gusnar mendorong kawasan Saung Tani Eks PENAS XVII di Hepuhulawa terus dikembangkan sebagai kawasan pembelajaran pertanian, termasuk untuk edukasi, demonstrasi teknologi dan pertukaran praktik pertanian. (Beju)