BeritaBone BolangoPeristiwa

Kabila Bone Diproyeksikan Jadi Model Pembangunan Kawasan Perdesaan Bone Bolango

8
×

Kabila Bone Diproyeksikan Jadi Model Pembangunan Kawasan Perdesaan Bone Bolango

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Kecamatan Kabila Bone diproyeksikan menjadi model awal pembangunan kawasan perdesaan di Kabupaten Bone Bolango.

Kecamatan yang terdiri dari sembilan desa itu, dipilih untuk menguji pola pembangunan berbasis potensi kawasan sebelum pendekatan serupa dikembangkan di kecamatan lainnya.

Dalam Sosialisasi Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan di Naffil Cafe dan Resto, pada Jumat (2/10/2026), Bupati Bone Bolango Ismet Mile menyampaikan, Kabila Bone memiliki modal potensi yang kuat, terutama di sektor pariwisata.

Keberadaan destinasi seperti Olele, dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong pertumbuhan kawasan jika dikembangkan secara terintegrasi.

Menurutnya, pembangunan kawasan perdesaan tidak harus dilakukan dengan pola yang sama di setiap wilayah. Pemerintah justru perlu memulai dari kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Ini satu model pembangunan kawasan perdesaan itu sebagai model utama kita membangun. Kita mulai dari kecamatan yang punya potensi,” kata Ismet.

Ia berharap potensi pariwisata di Kabila Bone tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka ruang lebih besar bagi dunia usaha.

Karena itu, pembangunan Kabila Bone akan diarahkan sebagai sebuah model. Jika pendekatan tersebut berhasil, pola yang sama dapat menjadi acuan untuk mengembangkan kawasan perdesaan di kecamatan lainnya.

“Ini bagaimana terobosan-terobosan yang hendak kita lakukan dalam upaya melakukan perubahan, peningkatan dan mendorong terciptanya daerah ini menjadi daerah yang potensial,” ujarnya.

Ismet menekankan, pembangunan kawasan tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor maupun satu pihak. Seluruh OPD diminta memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan keilmuan masing-masing untuk menyempurnakan konsep pembangunan.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai agenda formal, tetapi menjadi ruang untuk menyusun pola pembangunan yang dapat diterapkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menarik Untuk Anda :  Ismet Mile Ringankan Beban Warganya Yang Mengalami Musibah

Selain pemerintah, keterlibatan dunia usaha juga dinilai penting. Ismet ingin pembangunan kawasan tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah melalui APBD maupun APBN, tetapi juga membuka ruang investasi dan aktivitas industri.

Karena itu, Ismet mendorong para pengusaha, khususnya pelaku usaha yang berada di Bone Bolango, ikut mengambil bagian dalam pengembangan kawasan Kabila Bone.

“Kalau daerah ini tidak memiliki predikat sebagai daerah industri, maka kita bukan siapa-siapa,” tegasnya. (Beju)