RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Pelatihan bagi perempuan pelaku UMKM di Bone Bolango didorong tidak berhenti pada peningkatan keterampilan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan benar-benar diterapkan menjadi usaha produktif yang mampu menambah pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga.
Hal itu disampaikan Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perempuan dalam Pengelolaan UMKM Menuju Kemandirian yang dilaksanakan PKK Kecamatan Botupingge di Villa Pasir Panjang, Kecamatan Kabila Bone, Selasa (6/10/2026).
Menurut Ismet, pemberdayaan perempuan melalui UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya melalui penguatan keterampilan ekonomi.
Ia menilai kegiatan semacam itu perlu terus dikembangkan karena manfaatnya seharusnya tidak berakhir setelah pelatihan selesai. Keterampilan yang diperoleh peserta harus dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
“Ada prakarsa maksimal oleh para kepala desa untuk melakukan kegiatan seperti ini dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakatnya,” ujar Ismet.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam UMKM, termasuk sektor kuliner, merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi yang dimulai dari tingkat desa.
Bagi Ismet, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana keterampilan tersebut mampu menghasilkan aktivitas ekonomi yang produktif.
“Yang terlibat di dalam kegiatan kuliner para UMKM. Ini bagian daripada usaha kita semua. Ending dari seluruh kegiatan kita adalah sejahtera,” tegasnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha, memperluas peluang ekonomi, sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki.
Ismet juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku UMKM dan masyarakat agar program pemberdayaan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Dengan keterampilan dan pengelolaan usaha yang semakin baik, perempuan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Beju)


