BeritaBone Bolango

Ketua TP PKK Bone Bolango Ingatkan UMKM Perempuan: Jangan Turunkan Kualitas Saat Pesanan Naik

4
×

Ketua TP PKK Bone Bolango Ingatkan UMKM Perempuan: Jangan Turunkan Kualitas Saat Pesanan Naik

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, BONE BOLANGO – Banyak pelanggan bukan berarti pelaku UMKM boleh mengurangi kualitas produk. Justru ketika usaha mulai dikenal dan permintaan meningkat, konsistensi rasa, mutu dan kuantitas menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.

Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perempuan dalam Pengelolaan UMKM Menuju Kemandirian yang dilaksanakan PKK Kecamatan Botupingge di Villa Pasir Panjang, Kecamatan Kabila Bone, Selasa (6/10/2026).

Ruwaida mengatakan, perempuan memiliki posisi penting dalam pengembangan UMKM karena banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah berasal dari kalangan perempuan.

Karena itu, pemberdayaan tidak cukup hanya mendorong perempuan membuka usaha. Mereka juga perlu dibekali kemampuan mengelola usaha, menjaga kualitas produk dan mempertahankan pelanggan.

Ia secara khusus mengingatkan pelaku UMKM agar tidak mengurangi bahan, rasa maupun porsi ketika penjualan mulai meningkat.

“Kalau sudah maju, sudah banyak pelanggan ataupun sudah laris, jangan mulai dikurangi. Kita kurangi rasanya, kita kurangi banyaknya, otomatis pelanggan-pelanggan itu akan lari,” ujar Ruwaida.

Menurutnya, produk yang sudah diterima masyarakat harus dipertahankan kualitasnya dan terus dikembangkan. Konsistensi tersebut menjadi modal agar usaha rumahan memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.

Ruwaida mencontohkan bageya berbahan tepung pisang yang telah masuk Galeri Dekranasda Bone Bolango. Produk tersebut memiliki kekhasan karena menggunakan tepung pisang, berbeda dengan bageya berbahan sagu yang lebih umum dikenal.

Produk tersebut juga aktif diperkenalkan Ruwaida dalam berbagai kesempatan di luar Bone Bolango. Menurutnya, promosi itu sekaligus membuka peluang agar konsumen dari daerah lain mengenal dan memesan produk lokal tersebut.

“Kalau bageya sagu sudah biasa di mana-mana. Ini bageya tepung pisang. Kalau suka dan rasanya enak, silakan pesan, kami siapkan di Bone Bolango,” katanya.

Menarik Untuk Anda :  Bangkitkan UMKM, DPW Garpu Partai NasDem Gorontalo Gelar Berbagai Macam Kegiatan

Selain bageya, sejumlah produk lokal lain juga mendapat ruang promosi melalui Galeri Dekranasda, di antaranya kerawang dan kopi Pinogu.

Kopi Pinogu bahkan telah menarik perhatian konsumen dari luar daerah, meski kemampuan persediaannya masih terbatas. Bagi Ruwaida, kondisi tersebut menunjukkan produk UMKM Bone Bolango memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.

Tantangannya, kata dia, bukan hanya mencari pasar, tetapi juga memastikan pelaku usaha mampu mempertahankan kualitas sekaligus memenuhi permintaan ketika penjualan meningkat.

Di sisi lain, TP PKK Bone Bolango menyiapkan pelatihan kerawang ikat yang direncanakan menyasar anak-anak putus sekolah. Pelatihan tersebut diarahkan untuk menjaga keterampilan kerajinan lokal sekaligus membuka peluang bagi generasi muda memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

Ruwaida juga berharap kader PKK desa ikut mengambil peran dalam membina pelaku UMKM di wilayah masing-masing, termasuk membantu mereka memahami pengelolaan keuangan, akses permodalan dan pengembangan usaha.

“Pemberdayaan perempuan melalui UMKM harus menghasilkan pelaku usaha yang mampu berdiri sendiri, menjaga kualitas produk dan melihat peluang pasar di luar wilayah Bone Bolango,” tutupnya. (Beju)