RELATIF.ID, KABUPATEN GORONTALO__Dalam rangka perayaan Milad Ke-40 Yayasan Pendidikan Duluo Limo Lo Pohalaa (YP-DLP) Gorontalo jajaran civitas akademika Universitas Gorontalo (UG) lakukan ziarah ke makam pendiri, pejuang dan staf Universitas Gorontalo, Rabu (20/10/2021).

Ziarah ini di pimpin langsung ketua Pembina YP-DLP Gorontalo, Dr. Rustam Hs. Akili diikuti seluruh civitas akademika yang di bagi beberapa kelompok masing-masing tersebar ke wilayah dan tempat makam para pendiri, pejuang dan staf Universitas Gorontalo.

Adapun makam-makam yang di kunjungi sebagai berikut:
- Alm. Azwar Pakaya
- Alm. Yusuf Hulalata
- Alm. David Bobihoe
- Alm. Irfin Nehru
- Alm. Hasan Dangkua
- Alm. Husain Hamidun
- Alm. Jefri Saleh
- Alm. Medi Botutihe
- Alm. Ishak Kaaba
- Alm. Rugai Abdullah
- Alm. Husain Bilondatu
- Alm. Ahmad H. Pakaya
- Alm. Samsul Qomar Ngabito
- Almh. Hana Rauf
- Alm. Raha Amo
- Alm. Hidayat Yusuf
- Alm. Nasir Mooduto
- Alm. Ali Ishak Idengo Kono
- Alm. Ardi Arsyad
- Alm. Abubakar Mabuiya
- Alm. Marten Liputo
- Alm. H. Rahman
Berkaitan dengan ziarah dalam rangka milad ke-40 YP-DLP Gorontalo, ketua Pembina Dr. Rustam Hs. Akili menyampaikan ini merupakan penghormatan pada para pendiri yayasan maupun para pejuang Universitas Gorontalo yang sudah menjadi rutinitas dilakukan setiap momentum milad di Universitas Gorontalo.

“Universitas Gorontalo maju seperti ini pengaruh dari semua elemen berperan jadi UG maupun Yayasan ini adalah milik semua yang sudah berpartisipasi”, Ujarnya.

” Jadi ini merupakan satu-satunya Yayasan yang unik karena pemiliknya adalah rakyat Gorontalo, olehnya marwahnya yang terus kita jaga. Karena siapun pemimpin di Gorontalo ini Yayasan harus tetap eksis “, sambungan Rustam.

Sementara itu mantan Rektor Universitas Gorontalo Prof. Jasin Tuloli mengatakan, jika yayasan YPDLP saat ini sudah berkembang pesat.
“Sebagai mantan rektor pertama kemudian sampai dengan sekarang menjadi pengaamat, saya menilai yayasan ini cukup sangat berhasil, karena disamping menghasilkan Universitas Swasta terbaik di Indonesia yang waktu itu tahun 2001 universitas merupakan kampus termuda dan tapi terbaik di seluruh Indonesia. ini adalah hasil dari kinerja dari yayasan”, Katanya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Almarhum mantan Bupati Kabupaten Gorontalo Ahmad Pakaya, karena di masa dia menjabat Bupati beliau tidak henti-hentinya membantu Universitas Gorontalo, begitu pun Bapak Habu Wahidji alhamdulillah masih ada itu juga tidak putus-putus membantu membesarkan YPDLP-UG”,sambungan Jasin

Rektor pertama Universitas Gorontalo ini memuji kekompakan mahasiswa dan dosen yang ada di kampus perjuangan tersebut.

“Kemudian semua unsur Pimpinan, pegawai, berserta mahasiswa saya liat kompak pada hari MILAD yang ke 40, jadi ada kebersamaan semua elemen/ civitas Akademika dalam membina perguruan tinggi yang sama-sama kita cintai. sampai saya kagum mendengar sambutan rektor yang bergelar Doktor selama 20 tahun Universitas Gorontalo itu sudah sebanyak 30 Orang, calon Doktor 18 orang”,ungkap Jasin.(Win/Relatif.id)



