kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPendidikanPerguruan TinggiProvinsi Gorontalo

Perjalanan Dr. Rifai Ali Sejak Mahasiswa Hingga Jadi Pejabat Rektor di Universitas Gorontalo

222
×

Perjalanan Dr. Rifai Ali Sejak Mahasiswa Hingga Jadi Pejabat Rektor di Universitas Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Istimewa

RELATIF.ID, GORONTALO – Sehari setelah pengunduran diri Sofyan Abdullah dari Rektor Universitas Gorontalo pada Rabu, 3 September 2025, Senat kemudian membentuk rapat persiapan pejabat baru.

Rapat senat Universitas itu kemudian melahirkan rekomendasi terkait penunjukan pejabat rektor, yang ditujukan kepada Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala (DLP) Gorontalo.

Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, maka pada Kamis, 4 September 2025, Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala Gorontalo, memutuskan menunjuk Dr. Rifai Ali, M.Kes sebagai Pejabat Rektor Universitas Gorontalo.

Berdasarkan keterangan Ketua Yayasan Pendidikan DLP Gorontalo, Dr. Rolly Paramata, bahwa massa Pejabat Rektor ini berlaku hingga tiga bulan kedepan, terhitung sejak tanggal ditetapkan.

“PJ Rektor untuk massa yang singkat kemungkinan besar dua atau tiga bulan untuk mempersiapkan pemilih rektor yang definitif,” ujar Rolly pada Kamis, 4 September 2025.

Dua hari setelah penunjukan itu, civitas akademika Universitas Gorontalo langsung menyiapkan pelantikan Pejabat Rektor.

Hal ini dilakukan, mengingat, Universitas Gorontalo telah memasuki tahun ajaran baru 2025/2026.

Dalam pelantikan yang berlangsung hikmad di Ruang Auditorium Universitas Gorontalo, Dr. Rifai Ali, selaku Pejabat Rektor, menceritakan kesiapan dirinya mengemban amanah tersebut.

Pada pukul 02.00 WITA dini hari, ia mendapat kabar bahwa dirinya ditunjuk sebagai Pejabat Rektor.

Saat itu, Rifai baru saja pulang dari Boltim, Sulawesi Utara menuju Gorontalo, dan ingin istirahat.

Namun, setelah sholat Subuh, Rifai langsung teringat surat Ali’Imran yang disebutkannya, bahwa bergiliran kepemimpinan itu adalah suatu sifat keniscayaan. Oleh karena itu, dirinya menyatakan siap untuk mengemban amah sebagai Pejabat Rektor.

“Ketika saya diminta oleh pak ketua yayasan, saya dipanggil jam 2 malam kemarin, saya pulang dari Boltim, diminta untuk meneruskan proses ini sampai dengan rektor baru terpilih. Insyaallah tidak lama, mungkin paling lama tiga bulan,” jelasnya dalam sambutan pelantikan Pejabat Rektor di Auditorium Universitas Gorontalo, Sabtu (6/9/2025).

Menarik Untuk Anda :  Pejabat Struktural Universitas Gorontalo Resmi Dilantik, Sofyan Abdulah: Sudah Waktunya

Meskipun waktu yang diberikan itu selama tiga bulan, bagi Rifai, tanpa menunggu tiga bulan lamanya, ia memastikan bahwa hanya dalam waktu satu bulan lebih akan ada Rektor baru Universitas Gorontalo.

“Tapi saya minta izin pak ketu, kalau boleh satu bulan kurang, kami akan secepatnya melakukan pemilihan Rektor definitif dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” ucap Rifai dengan tegas dihadapan para hadirin.

Universitas Gorontalo Baik-Baik Saja

Dalam pelantikannya sebagai Pejabat Rektor, Rifai menegaskan, bahwa Universitas Gorontalo sedang baik-baik saja.

Adapun dinamika yang terjadi selama ini, kata dia, sampai dengan hari ini, itu adalah proses yang lumrah dalam sebuah organisasi.

“Saya ingin mengatakan bahwa kami, anak-anak yang lahir daripada rahim Universitas Gorontalo, kami terbiasa menghadapi badai,” terangnya.

Kenangan Alumni di Kampus Perjuangan tahun 2002

Rifai mengenang akan dirinya sewaktu masih mahasiswa di Kampus Universitas Gorontalo tahun 2002 silam.

Ia mengatakan, bahwa dirinya sudah terlatih dan di didik menghadapi badai yang besar.

Rifai mengumpankan Universitas Gorontalo seperti kapal besar. Ia mengungkapkan, kapal yang besar dibuat bukan untuk bersandar di pelabuhan, melainkan kapal yang besar ialah dia yang siap menghadapi gelombang yang besar di laut lepas.

“Dan kapal universitas Gorontalo hari ini kami katakan bahwa dia siap menghadapi gelombang-gelombang besar,” sambungnya.

Tidak hanya itu, bagi dia, pelaut yang ulung tidak lahir dari lautan yang tenang, tetapi yang lahir dari gelombang badai yang besar.

“Tidak ada pelaut-pelaut ulung yang lahir dari lautan yang tenang, tapi pelaut-pelaut yang ulung itu lahir dari gelombang-gelombang badai yang besar. Dan kami terlatih dan didik untuk mengahadapi itu,” kenangnya.

Beda Warna Beda Pendapat, tetap Cinta Universitas Gorontalo

Menarik Untuk Anda :  Sofyan Puhi Kenang Sosok Sang 'Rajawali Pendidikan' di Milad UG ke-24 Tahun

Dengan berbagai proses dan dinamika yang dihadapi itu, Rifai berharap, hal ini dapat menjadikan Civitas Akademika berkesadaran bahwa Universitas Gorontalo jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi-pribadi masing-masing.

“Mudah-mudahan, dengan proses-proses ini kita semua menjadi dewasa, kita semua menjadi punya kesadaran yang besar bahwa ternyata universitas Gorontalo ini jauh lebih besar dari pribadi-pribadi masing-masing,” tuturnya.

Meski memiliki banyak warna fakultas dan perbedaan pendapat, namun yang paling utama ialah, Universitas Gorontalo.

“Biarlah kita dengan warna masing-masing, biarlah hukum dengan warna benderanya merah, biarlah FKM dengan warnanya, tapi ketika kita bertemu hanya ada satu kata Universitas Gorontalo,” tegas Rifai lagi.

Rifai mengingatkan, jangan sampai perbedaan pendapat itu, menimbulkan kebencian diantara Civitas Akademika.

“Berbeda pendapat itu hal yang biasa, kita bertengkar dengan pikiran-pikiran kita itu suatu hal lumrah, tapi kita tidak boleh saling membenci,” tambahnya.

Dan ketika Civitas Akademika berkumpul, Rifai bilang, yang menyatukan itu adalah cinta, bukan kebencian itu sendiri.

“Ketika kita berkumpul kita hanya meneriakkan maju universitas Gorontalo, harapan itu masih ada,” ucapnya.

“Dan biarlah cinta yang menyatukan kita,” ungkap Rifai.

Peradaban Universitas Gorontalo

Lebih jauh, Rifai menekankan, setelah nanti ditetapkan Rektor definitif, peradaban Universitas Gorontalo tidak hanya di skala daerah, tapi juga di tingkat Nasional.

“Insyaallah kalau kita bersama melalui rektor yang terpilih nanti, kita berharap universitas Gorontalo, bukan hanya besar di Gorontalo, tapi juga memimpin peradaban sampai ditingkat nasional. Itu harapan kita bersama,” harapnya.

Ia meyakini, bahwa peradaban-peradaban yang lahir dari Universitas Gorontalo, merupakan hasil karya akumulatif lintas generasi

“Saya selalu meyakini bahwa peradaban-peradaban besar itu adalah hasil karya akumulatif para generasi,” lanjutnya.

Menarik Untuk Anda :  BPJN Angkat Bicara Terkait Pelaksanaan Proyek Preservasi Ruas Jalan Isimu–Kwandang–Atinggola

Rifai juga mengakui, bahwa Universitas Gorontalo bisa berkembang dan maju sampai saat ini, tidak lahir dari masa STIE.

“Universitas Gorontalo berkembang dan maju sampai saat ini adalah karya akumulatif dari generasi-generasi dari masa STIE sampai dengan Universitas Gorontalo,” ungkapnya.

Mengenang Prof. Rustam Akili (Alm)

Rifai masih ingat betul waktu semasa hidupnya Prof. Rustam Akili. Saat itu, ia pernah bilang bahwa, ketika prajurit mendapat perintah, maka yang dilakukan adalah Sami’na Wa Atho’na, bukan Samikna Wa Ashoina.

“Saya selalu katakan dulu sewaktu masa hidup Prof. Rustam Akili. Saya bilang bahwa kami, adalah prajurit. Maka ketika prajurit itu mendapat perintah, Sami’na Wa Atho’na, kita dengar, kita taat, dan kita laksanakan. Bukan Samikna Wa Ashoina, saya dengar, dan saya pikir-pikir dulu,” kenangnya.

Karena itu, penunjukkan dirinya untuk mengisi proses transisi kepemimpinan Universitas Gorontalo, Rifai langsung menaatinya.

“Oleh karena itu, perkenankan saya secara pribadi dan sebagai pejabat rektor universitas Gorontalo, mengucapkan penghargaan dan terimakasih yang sedalam-dalamnya dari para pemimpin-pemimpin kita terdahulu,” bebernya.

Sebab, Rifai tak bisa menapik bahwa para pemimpin terdahulu itu, banyak berkontribusi terhadap perkembangan serta kemajuan Universitas Gorontalo hingga saat ini.

“Saya mengucapkan terimakasih yang besar-besarnya. Mereka adalah orang-orang yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan universitas Gorontalo saat ini,” tutupnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312