kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
Pohuwato

Beredar Video! Tanaman Milik Masyarakat Hulawa Dibabat Perusahaan, Beni Nento “Geram”

185
×

Beredar Video! Tanaman Milik Masyarakat Hulawa Dibabat Perusahaan, Beni Nento “Geram”

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, POHUWATO – Beredar video memperlihatkan kekesalan salah seorang warga kepada pihak perusahaan pertambangan terkait pembabatan beberapa tanaman yang berada di salah satu lahan, Dusun Butato, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Video berdurasi 1 menit 38 detik tersebut, terdengar jelas bahwa warga mempertanyakan solusi dari pihak perusahaan terkait pekerjaan di lokasi itu sendiri.

“Ini lokasi kebun yang aktif yang digarap masyarakat, namun telah dikerjakan oleh perusahaan,”ujar seorang warga itu.

Kemudian kata dia, dilahan tersebut, telah ditanami beberapa tanaman berupa pohon kelapa berjumlah 6 pohon akan tetapi telah dibabat oleh perusahan.

“Ada 6 pohon kelapa yang sudah tumbang di kerjakan perusahaan menggunakan alat berat. Dipertanyakan oleh masyarakat, siapa tahu ada solusi terbaik dari perusahaan,” tutupnya.

Sontak video tersebut, mendapat tanggapan pedas dari ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pohuwato, Beni Nento.

“Terkait video yang beredar, berharap kepada perusahaan dapat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat yang mempunyai lahan. Bukan hanya 6 pohon kelapa, tapi sudah ratusan pohon yang dibabat perusahaan,” tegas Beni.

Kemudian beber politisi Golkar Pohuwato itu, apa yang di sampaikan oleh direktur utama PT.PETS dan PT.GSM, Boyke Poerbaya Abidin, tidak selaras dengan realisasi di lapangan khususnya masyarakat Desa Hulawa.

“Apa yang disampaikan pak Boyke sebagai direktur utama itu bertolak belakang, mereka datang kesini bermartabat dan berkoordinasi dengan pemilik lahan, akan tetapi tidak di realisasikan,” ungkapnya.

Walaupun hari ini lahan tersebut masuk di wilayah konsesi perusahaan, namun kata Beni Nento, seharusnya perusahaan menunjukkan sikap yang humanis kepada masyarakat.

“Memang lahan itu masuk di wilayah konsesi perusahaan Pani Bersama Tambang (PBT). Tapi di lahan itu kasian ada tanaman kalapa, durian, cengkeh, dan lain sebagainnya. Saya berharap ini menjadi atensi pemerintah daerah dalam hal ini Bupati, agar bagaimana kemudian polemik terselesaikan,” tandas Beni.

Menarik Untuk Anda :  Viral di Media Sosial, Warga di Kabupaten Pohuwato Keluhkan Dugaan Intimidasi Perusahaan Emas

Hingga berita ini diterbitkan, awak media ini akan memintai klarifikasi kepada pihak Perusahaan.

TIM : RELATIF.ID

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312