RELATIF.ID, GORONTALO – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Haris Tome, segera merespons penolakan terhadap rencana acara Trans Queen Gorontalo yang sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Perwakilan dari panitia penyelenggara yaitu Eki Kikan (bukan nama asli), Zahra Putri (bukan nama asli), dan Vania Rivania (bukan nama asli), mendatangi Sekretaris Daerah, Haris Tome, untuk berkomunikasi langsung dengan Bupati setelah memberikan klarifikasi kepada pihak yang berwajib, Jumat (13/09/2024).
“Mereka itu juga manusia. Yang seperti ini hanya butuh diarahkan. Saya yakin mereka juga mau dan menerima arahan,” ujar Bupati Nelson melalui sambungan telepon kepada Sekda.
Disamping itu, Haris Tome menambahkan, setelah berdiskusi, mereka menyatakan kesediaan untuk mengubah konsep acara menjadi kegiatan yang lebih produktif.
“Produktif dalam arti positif, seperti lomba merias, atau kegiatan olahraga, seperti lomba bola voli atau sepak bola dangdut,” kata Haris.
Ia menambahkan bahwa acara seperti itu dapat menghibur banyak orang, jika diarahkan dengan baik.
“Kuncinya adalah pengarahan. Kegiatan mereka bisa tetap berlangsung, asalkan dalam bentuk yang positif dan produktif,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu dari perwakilan mereka, Vania (bukan nama asli) menjelaskan, bahwa acara tersebut masih dalam tahap rencana dan belum ada kepastiannya.
“Baru ada ketua panitia dan bendahara, itu pun baru wacana. Kami juga kaget saat mendengar acara ini viral di media sosial seperti Facebook dan Ig,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa acara tersebut baru sebatas flyer atau iklan acara dan hanya disebarkan di internalnya mereka, tetapi entah bagaimana menjadi viral di media sosial.
“Kami mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Kami tidak berniat membuat keributan, apalagi untuk viral seperti ini, karena acara ini hanya untuk komunitas kami,” ungkapnya.
Setelah mendengar arahan dari Bupati dan Sekda, Vania menyatakan bahwa pihaknya bersedia untuk mengubah acara menjadi kegiatan yang lebih positif.
“Kami tidak ingin dijadikan musuh dan tidak bermaksud menciptakan keributan. Sekali lagi, kami memohonkan maaf kepada semua,” tutupnya.
Pewarta: Beju



