kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaLingkunganProvinsi GorontaloRagamSosial

Dinilai Terlalu Mendramatisir dan Provokatif, Ais Rahmola Soroti Salah Satu Media Di Gorontalo 

478
×

Dinilai Terlalu Mendramatisir dan Provokatif, Ais Rahmola Soroti Salah Satu Media Di Gorontalo 

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, GORONTALO__Gaya pemberitaan media daring Hibata.id kembali menjadi sorotan tajam masyarakat Gorontalo, terutama dari kalangan muda dan pemerhati daerah. Wartawan media ini dinilai terlalu berlebihan dalam menggambarkan situasi, hingga menimbulkan kesan dramatisasi berlebih terhadap berbagai isu, terutama yang berkaitan dengan pertambangan.

 

Tokoh muda daerah, Ais Rahmola, secara terbuka menyampaikan kritiknya terhadap pola jurnalistik yang dimainkan oleh media Menurutnya, pemberitaan media tersebut tidak lagi berdiri pada asas keberimbangan, tetapi lebih terkesan menggoreng isu dan menggiring opini masyarakat ke arah yang cenderung provokatif.

 

“Media Hibata jangan terlalu mendramatisir suasana. Tidak semua masalah di Gorontalo ini harus dikaitkan dengan tambang. Kalau seperti ini terus, masyarakat bisa salah persepsi dan berujung pada konflik horizontal,” ujar Ais, Rabu (29/05/2025).

 

Dirinya menyoroti kebiasaan media online yang secara konsisten menarik-narik isu tambang dalam konteks yang tidak relevan, seperti konflik mahasiswa, gesekan sosial, bahkan dinamika pemerintahan daerah.

 

“Lucunya, setiap ada masalah dengan mahasiswa, ujung-ujungnya dikaitkan lagi dengan tambang. Ini sudah seperti skenario. Ada apa sebenarnya dengan media ini dan penambang di Bumi Gorontalo?” Ucap Ais.

 

Ais menyebut selain mendramatisir situasi, Ais juga menuding media online tersebut telah beberapa kali menyeret nama aparat penegak hukum, bahkan para petinggi Polda Gorontalo, tanpa dasar fakta yang jelas. Ia menyebut tindakan ini sangat tidak etis dan bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

 

“Kalau memang ada temuan kuat, silakan ungkap. Tapi kalau hanya membangun narasi liar tanpa bukti, itu namanya bukan jurnalisme, tapi propaganda,” Katanya.

 

Ia juga menyesalkan sikap diam aparat yang terkesan membiarkan media tersebut terus-menerus menyudutkan institusi negara, tanpa ada klarifikasi atau teguran resmi. Padahal, menurut Ais, jika ini dibiarkan bisa berdampak buruk terhadap kepercayaan publik kepada kepolisian.

Menarik Untuk Anda :  PKC PMII Gorontalo Surati BK DPRD: Jangan Ulur Waktu Proses Pencopotan Wahyudin Moridu

 

Menutup pernyataannya, Ais meminta agar media, khususnya Hibata.id, lebih bijak dan profesional dalam menjalankan fungsinya. Ia mengingatkan bahwa media memiliki kekuatan besar membentuk opini publik.sehingga harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

 

“Kalau terus dibiarkan seperti ini, yang dirugikan bukan cuma para penambang atau aparat tetapi juga masyarakat yang jadi korban mis informasi. Media harus menjadi penerang, bukan pemantik api konflik,” Tuturnya.

Screenshot upaya konfirmasi ke Redaksi Hibata.id

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Redaksi media Hibata.id belum mendapatkan tanggapan sehingga tim redaksi Relatif.id masih berupaya mendapatkan tanggapan/klarifikasi dari Redaksi Hibata.id.(Redaksi)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312