kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
Kabupaten GorontaloKesehatanLingkungan

Dinkes Kabupaten Gorontalo Selidiki 11 Kasus Malaria di Desa Lamu, Diduga dari Klaster Tambang

80
×

Dinkes Kabupaten Gorontalo Selidiki 11 Kasus Malaria di Desa Lamu, Diduga dari Klaster Tambang

Sebarkan artikel ini
Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili./dok. Ist.

RELATIF.ID, GORONTALO__Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo melakukan penyelidikan epidemiologi dan pencarian kasus secara aktif setelah 11 warga di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, teridentifikasi mengidap penyakit malaria.

“Warga yang terpapar diketahui memiliki riwayat perjalanan dari lokasi penambangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Afriyani Katili. Jum’at (25/09/2026).

Dinosaur

Dirinya mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut setelah menerima instruksi Bupati Gorontalo melalui telepon seusai salat Subuh.

“Kami menerima instruksi langsung dari Pak Bupati via telepon seusai salat Subuh tadi untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Kami pun langsung berkoordinasi dengan Kabid P2 dan Kepala Puskesmas Batudaa Pantai,” kata Afriyani.

Lebih lanjut disampaikan bahwa, penanganan medis telah dilakukan sejak 20 September. Empat warga yang memeriksakan diri ke Puskesmas Batudaa Pantai saat itu dinyatakan positif. Sehari kemudian, enam warga lainnya menjalani pemeriksaan dan beberapa di antaranya harus menjalani rawat inap.

“Satu pasien yang datang dalam kondisi berat sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Pasien tersebut meninggal dunia pada 23 September dengan diagnosis medis malaria falciparum berat yang disertai komplikasi sepsis, gagal napas, dan hipoalbuminemia,” Katanya.

Menurutnya, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Batudaa Pantai kini melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan pencarian kasus secara aktif (active case finding) di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan warga lain yang terpapar atau berisiko sehingga dapat segera diperiksa dan ditangani.

Terkait rencana penanganan lingkungan melalui penyemprotan (spraying), Afriyani mengatakan pihaknya masih menunggu rekomendasi resmi berdasarkan hasil penyelidikan tim medis di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada. Jika mengalami gejala seperti demam, menggigil, atau sakit kepala terutama bagi yang memiliki riwayat aktivitas di area pertambangan agar segera mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk diperiksa,”tutur Afriani.Rdx.

Menarik Untuk Anda :  Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Imbau Warga Beri Imunisasi Campak Pada Anak
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow