Inginkan Kemajuan, Hendra-Roni Solusi Tepat Pimpin Kabgor 5 Tahun Ke Depan

126

RELATIF.ID – Teka teki siapa nantinya yang akan menuai dukungan masyarakat untuk menjadi pemimpin Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dalam melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh Nelson Pomalingo selama menahkodai Kabgor 2 periode menjadi Bupati, masih merupakan tanda tanya yang sangat besar bahkan belum ada kejelasan.

Sebab saat ini sudah banyak figur terbaik yang mulai memberikan sinyal, bakal maju pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) khususnya di Kabgor, baik yang bakal dicalonkan oleh partai ataupun yang menjadi prediksi berbagai kalangan, dan menjadi topik pembicaraan dimana pun tempat berkumpulnya Aktivis, politikus maupun kalangan masyarakat biasa.

Berangkat dari hal ini, ada 2 tokoh figur yang dinilai pantas dan layak melanjutkan kepemimpinan di Kabgor 5 tahun ke depan yakni Hendra Hemeto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Kabgor dan Roni Sampir yang merupakan Panglima ASN di Kabgor, dimana keduanya dinilai sudah memiliki pengalaman besar baik dalam menjalankan roda pemerintahan maupun keorganisasian.

Dalam memimpin partai sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabgor, Hendra Hemeto telah terbukti membawa kemajuan dari partainya, dimana pada 2019 berhasil membawa Partai Golkar sebagai pemenang ke 2 dalam Pileg dengan perolehan 6 kursi di DPRD Kabgor, dan kemudian pada Pilkada bersama Nelson Pomalingo, berhasil memenangkan paket NDH sebagai Bupati dan Wakil Bupati pilihan rakyat.

Sedangkan Roni Sampir dikenal dengan seorang birokrasi hebat yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabgor yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Kesehatan, sehingga pengalamannya dibidang pemerintahan sudah tidak dapat diragukan lagi. Olehnya itu kedua figur ini dinilai pantas untuk memimpin daerah 5 tahun ke depan berdasarkan pengalaman yang mereka miliki masing-masing yang nantinya mereka implementasikan jika mereka terpilih jadi pemimpin jika di Paketkan dan dicalonkan dalam Pilkada 2024 di Kabgor.

“Kita hanya bisa memprediksikan saja, karena yang akan menentukan nantinya adalah partai sebagai kendaraan yang akan digunakan dalam pencalonan, apakah keduanya benar-benar dipaketkan atau tidak,” jelas Politisi yang namanya belum mau untuk dipublikasikan. (ded)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab