RELATIF.ID, GORONTALO____ Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Udin Pango angkat bicara terkait kondisi Tanggul yang ada di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat seperti yang diberitakan sebelumnya.
Terkait lambannya penanganan dari pihak pemerintah terkait jebolnya tanggul sepanjang sungai di Desa Ombulo, yang diduga menyebabkan pemukiman warga yang berada di seputaran tersebut mengalami kerugian ratusan juta.
Menurut, Udin Pango pihaknya sudah langsung diturunkan untuk melihat apa dan bagaimana kondisi tanggul sepanjang sungai Desa Ombulo.
” Ya, bahkan dinas kami sudah turun ke sana (Ombulo.red). ” Ujarnya. Kamis (02/06/2022).
Kata Udin, hasil dari sana kita akan langsung koordinasikan dengan pihak Balai Sungai.
Sementara untuk surat yang disampaikan (di disposisi) Bupati juga baru pihaknya terima, dan dari sini pun kita langsung turun.
Kepala Badan (Kaban) BPBD yang didampingi salah seorang kepala bidangnya, Marjan juga memaparkan, pihaknya dari hasil ini akan segera mengkoordinasikannya dengan pihak BWS.
” Ya, sebab tanggul itu jalurnya memang merupakan ranah pihak BWS yakni bantaran sungai Marisa. Jadi sesegera mungkin koordinasi kita bangun,” paparnya.
BPBD akan hal ini mewakili pemerintah tentunya juga merespon hal ini karena ini merupakan aspirasi masyarakat hanya saja ini merupakan kewenangan BWS.
“Bagaimana nantinya tentu itu ranahnya BWS, namun kita akan terus membangun komunikasi dan koordinasi terkait hal itu, apalagi dikatakan ini sejak 2016, Sudah cukup lama.” ujar Udin Pango.
Adapun keluhan masyarakat seperti yang dilansir dari media Butota.id, Ningsih Nusi (53) salah satu warga yang rumahnya ikut terseret luapan air sungai Ombulo menceritakan bahwa pada tahun 2016, banjir yang disebabkan oleh luapan sungai Ombulo dan jebolnya tanggul hingga akses jembatan putus mengakibatkan dua rumah terseret air sungai dan beberapa rumah lainya mengalami kerusakan.
“Saya salah satu korban banjir banjir pada tahun 2016 rumah saya dibawa arus banjir, tanggul sungai jebol dan pada waktu itu saya hanya pasrah tidak tau mau mengeluh sama siapa,” ujar Ningsih pada saat ditemui disalah satu rumah warga, Rabu (01/06/2022).
Dirinya juga mengatakan bahwa pada tahun 2016 dan hingga saat ini sudah berulang kali melakukan berbagai macam upaya untuk menemui pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo, Kepala Balai Wilayah Sungai tetapi tidak ada respon yang memuaskan.
“Tidak ada bantuan dari pemerintah terkait keluhan kami ini, sejak 2016 hingga saat ini kami masi kesulitan meminta bantuan untuk memperbaiki tanggul yang jebol dan jembatan yang putus untuk diperbaiki. Kalau rumah saya yang hanyut saya sudah pasrah cuman tolong perbaiki tanggul yang jebol,” pintanya.
“Jujur saja pak kalau akan ada lagi curah hujan yang tinggi pasti tanah kami terbawa arus dan tidak menutup kemungkinan akan ada lagi rumah – rumah warga yang dibawa arus sungai. Jembatan yang terbawa arus juga merupakan akses terdekat kami untuk menuju jalan utama dengan terpaksa kami melewati jalan GORR apa bila ada kebutuhan mendesak yang kami perlukan,” lanjut Ningsih.
Ditempat yang sama Fadli S Monu juga menjelaskan bahwa dirinya sudah berulang kali menemui pemerintah baik dari tingkat desa, kecamatan hingga bupati dan BWS tetapi belum ada tanggapan dan realisasinya. Bahkan terakhir siang tadi dirinya sudah ketemu langsung deng Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo tetapi lagi – lagi hanya tanda tangan dan diarahkan ke BPBD.
“Saya dapat WA dari ajudan bupati sekitar jam 01.00 WITA, disuruh menghadap bupati siang tadi, bupati hanya menanyakan nama saya dan dari mana, saya beritahukan nama dan asal saya, selanjutnya tidak ada percakapan apa – apa lagi dan hanya tanda tangan disuruh antar ke BPBD,” jelasnya.
Fadli pun berharap Pemda Kabgor dan instansi terkait dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan mereka, sebab ini menyangkut orang banyak dan kalau dibiarkan terlalu lama lagi dirinya meyakini akan ada lagi kejadian seperti tahun 2016 dimana dua rumah warga hanyut dibawa arus sungai.
“Tak ada maksud lain hanya meminta segera tindak lanjuti apa yang jadi aspirasi kami ini, kami berharap bantaran sungai segera dilakukan perbaikan tanggul dan jembatan segera dibangun mengingat di dusun satu dan dua tersebut ada 15 rumah tangga yang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” kata Fadli.(Win/Relatif.id).



