Jelang Hari Raya Idul Adha Pemkab Dan Pemprov Gorontalo Gelar Pasar Murah

25

RELATIF.ID, GORONTALO_ Dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Adha (Korban), Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar pasar murah, di halaman Pasar Modern Limboto (Pasmolin). Minggu (09/6/2024).

Pasar murah di halaman, di halaman Pasar Modern Limboto (Pasmolin).

Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menyampaikan pasar murah yang menjual berbagai macam kebutuhan masyarakat, adalah salah satu upaya pemerintah menyediakan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha (Korban).

“saya berharap pasar murah itu dimanfaatkan masyarakat secara maksimal, terlebih harga-harga kebutuhan mulai naik,” pinta Nelson Pomalingo.

Ia mengatakan, komoditi seperti cabai, tomat, begitu pula bawang, hingga minyak kampung, dapat di produksi masyarakat secara mandiri. Sebab, masyarakat tidak perlu lagi menunggu pasar murah.

“Jangan hanya menunggu pasar murah, tetapi bagaimana kita bisa menanam dan memproduksi sendiri. Sehingga, tidak perlu membeli,” katanya

Sementara itu, di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim mengungkapkan, selain mengadakan pasar murah, pihaknya juga memberikan subsidi berupa 1500 paket kebutuhan terdiri enam komoditi.

“Dalam pasar murah tersebut disediakan 1500 paket kebutuhan terdiri enam komoditi, yaitu beras, cabai rawit, gula, telur, minyak kelapa dan bawang,” ungkap Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim.

Dengan adanya pasar murah tersebut, kata Sofian, masyarakat cukup hanya membawa uang 75 ribu saja dapat membeli enam komoditi.

“Biasanya masyarakat bawa uang 200 ribu rupiah untuk belanja enam komoditi, hari ini cukup membawa uang kurang lebih 75 ribu rupiah,” tambahnya.

Tidak hanya itu saja, pasar murah ini juga mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo. 

Dian Nugraha, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo menyatakan, pasar murah tersebut merupakan salah satu rekomendasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, sekaligus salah satu upaya pengendalian inflasi di daerah.

“Kegiatan ini (pasar murah, red) merupakan bagian dari visi gerakan pengendalian inflasi pangan nasional. Dengan memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif para pemangku kebijakan,” jelas Dian Nugraha.

Penulis: Beju

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab