kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
Berita

Kasrem 133/NW Pimpin Rakor Pemeriksaan UKL UKP Rencana Pembangunan Fasilitas Kodam XIII/Merdeka

428
×

Kasrem 133/NW Pimpin Rakor Pemeriksaan UKL UKP Rencana Pembangunan Fasilitas Kodam XIII/Merdeka

Sebarkan artikel ini
Kasrem 133/Nani Wartabone, Kolonel Inf Jaelan, S.I.P., M.Han., memimpin rapat koordinasi.

RELATIF.ID, GORONTALO – Kasrem 133/Nani Wartabone, Kolonel Inf Jaelan, S.I.P., M.Han., memimpin rapat koordinasi (rakor) pembahasan sekaligus memeriksa kelengkapan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) terkait rencana pembangunan fasilitas Kodam XIII/Merdeka.

Rakor yang digelar di Aula Moodelo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan SDA Kabupaten Gorontalo, Jalan Jusuf Hasiru, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (30/12/2024), dihadiri oleh Kasilog Kasrem 133/NW Kolonel Inf Drs. Sukrianto Puluhulawa, M.I.P., M.Han., Batilog Korem 133/NW Serma Sukirman, Kadis DLH dan SDA Kabupaten Gorontalo Anita Hippy, S.H., Konsultan Penyusun Dokumen UKL-UPL Randi Syamsul, Sekcam Pulubala Ucon Arif, Teknisi Roy, serta para staf DLH dan SDA Kabupaten Gorontalo.

Rakor pembahasan sekaligus memeriksa kelengkapan dokumen Upaya Pengelolaan UKL dan UPL.

Kehadiran Kasrem Korem 133/NW memastikan bahwa proyek pembangunan ini berjalan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

Dalam keterangannya, Kolonel Inf Jaelan mengungkapkan bahwa lahan Korem 133/NW memiliki luas 25 hektare. Namun, karena adanya hibah pembangunan masjid dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, luas lahan kini menjadi 24,7 hektare.

“Terkait upaya pengelolaan lingkungan hidup tentang Amdal Net, saya kira ini bukan tantangan yang berat. Pembangunan yang direncanakan hanya mencakup perumahan dan perkantoran. Berdasarkan laporan konsultan, rencana pembangunan akan dimulai pada semester II tahun 2025, dengan catatan sertifikat tanah telah tersedia. Jika sertifikat tanah belum ada, kami juga tidak akan berani memulai pembangunan,” jelasnya.

Kolonel Jaelan juga menyampaikan, bahwa rencana pembangunan Kodam di Indonesia akan dimulai pada tahun 2025, di mana Gorontalo direncanakan menjadi salah satu lokasi pada tahap pertama pembangunan Kodam pada tahun 2026.

Jika Kodam di Gorontalo terbentuk, jumlah personel diperkirakan mencapai 26.000 hingga 30.000 orang.

Menarik Untuk Anda :  Kasrem 133/NW Hadiri Pelantikan Dan Pengukuhan Pengurus DPD HIPAKAD Provinsi Gorontalo Periode 2021-2026 Tahun 2023

Selain itu, kata Jaelan, pihaknya akan membangun Batalyon Penyanggah Daerah Rawan (PDR) di setiap kabupaten, termasuk Batalyon Kavaleri di Kabupaten Boalemo.

“Dengan terbentuknya Kodam di Gorontalo, saya yakin tingkat ekonomi akan berkembang pesat. Apalagi, saat ini sudah beroperasi Secaba dan Rumah Sakit dr. Eddy Kounang,” tambahnya.

Perlu diketahui, dalam rapat tersebut, dipaparkan juga secara detail mengenai rencana pembangunan, potensi dampak lingkungan dikemudian hari, serta upaya-upaya mitigasi yang akan dilakukan.

Dilanjutkan pula diskusi mendalam terkait kelengkapan dokumen UKL-UPL untuk disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penulis: Beju

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312