RELATIF.ID, GORONTALO – Kebijakan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bakal menjadi topik utama pembahasan dalam forum Rapat Pimpinan (RAPIM) BEM Nusantara (BEMNUS) yang ke-XV.
Provinsi Gorontalo diketahui menjadi pelopor pelaksanaan forum strategis tahunan tersebut, yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang.
Koordinator Daerah BEMNUS Gorontalo, Harun Alulu menyampaikan, forum tahunan ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia untuk menyatukan gagasan, memperkuat konsolidasi, dan menyuarakan isu-isu krusial yang kerap dihadapi bangsa.
“Dalam konteks sosial-politik misalnya, saat ini, berbagai persoalan nasional seperti kemiskinan yang membandel di tengah pertumbuhan ekonomi, krisis lingkungan yang semakin nyata, dominasi oligarki dalam demokrasi, serta ketimpangan pembangunan antara pusat dan daerah menjadi latar utama konsolidasi ini,” ujar Harun, Selasa (15/7/2025).
Ia mengatakan, RAPIMNUS akan diawali dengan pembukaan Seminar Nasional, kemudian dilanjutkan dengan kajian ilmiah yang secara khusus membedah dan mengevaluasi visi-misi lingkungan dari pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Mahasiswa di bawah naungan BEM Nusantara dituntut untuk tidak terjebak dalam lokalitas sempit,” jelas Harun.
Kajian ini, kata dia, dirancang sebagai bentuk kontribusi kritis dan konstruktif mahasiswa terhadap arah kebijakan negara di bidang lingkungan hidup, yang rencananya akan diserahkan langsung kepada pemerintah dengan “gaya mahasiswa” yang khas—progresif dan argumentatif.
“Kita harus mampu menasionalkan isu daerah dan mendaerahkan isu nasional. Itulah peran strategis BEM Nusantara saat ini,” terangnya.
Sebagai informasi, forum ini akan dihadiri oleh para pimpinan BEM Nusantara dari berbagai provinsi di Indonesia, sehingga menjadikannya ajang yang tidak hanya mempererat jejaring gerakan mahasiswa, tetapi juga menegaskan posisi mahasiswa sebagai aktor penting dalam membangun arah kebijakan nasional yang berpihak pada rakyat dan lingkungan.
“Dengan dilaksanakannya RAPIMNUS ke-XV di Gorontalo, diharapkan daerah ini tidak hanya menjadi tempat pertemuan, tetapi juga menjadi simpul inspirasi bagi gerakan mahasiswa yang lebih substansial dan berpengaruh secara nasional,” tandas, Harun Alulu, mantan Presiden BEM Universitas Gorontalo. (Beju)



