RELATIF.ID, POHUWATO – Belum lama menjabat sebagai kepala sekolah SMAN-1 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Fadlun Saleh, kembali mampu menorehkan prestasi di tingkatan nasional.
Kali ini, salah satu siswanya bernama Ahmad Stiansyah Nur berhasil mengukir prestasi dalam ajang Gita Bahana Nusantara (GBN) 2023 yang telah sukses memberikan penampilan saat upacara bendera di istana merdeka pada 17 Agustus 2023 kemarin.
Ahmad Stiansyah Nur yang kini duduk di kelas XI MIPA, dan merupakan putra dari bapak Hardi Nur, dan ibunda Erna Alulu itu, lolos dalam audisi Gita Bahana Nusantara (GBN) 2023 ke tingkat nasional, usai mengikuti audisi di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.
Atas kerja kerasnya, siswa tampan yang dibimbing langsung Nining Abdullah ini, mampu bersaing dengan suara khas (bass) sehingga dengan mulus melenggang ke istana presiden mewakili provinsi Gorontalo.
Kepala Sekolah SMAN 1 Paguat, Fadlun Saleh mengaku bangga atas prestasi yang diraih salah satu siswanya itu. Kata Fadlun, seorang guru memiliki peran penting dalam memahami minat dan bakat para peserta didik.
“Peran seorang guru tidak hanya terbatas pada mengajarkan pelajaran di kelas saja, namun seorang guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengarahkan bakat dan minat siswa, sehingga mereka mampu mengasah bakat dan minat mereka secara tepat,” tutur Fadlun kepada media ini. Jumat, (18/8/2023).
“Olehnya, untuk mewujudkan siswa sesuai dengan profil pelajar pancasila, guru sebagai fasilitas pembelajaran, harus memberikan kesempatan yang banyak kepada peserta didik untuk berekspresi sesuai bakat dan kemampuannya,” harap Fadlun Saleh seraya menambahkan.
Untuk diketahui, Gita Bahana Nusantara merupakan kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Gita Bahana Nusantara menjadi salah satu pengisi acara pada Upacara Peringatan HUT RI.
Gita Bahana Nusantara merupakan group paduan suara dan orkestra yang terdiri dari 136 orang vokalis dan 70 orang pemusik terbaik hasil audisi dari 34 provinsi di Indonesia. Gita Bahana hadir sebagai wadah ekspresi seni dan budaya generasi muda yang inklusif dari Sabang sampai Merauke.
Untuk Provinsi Gorontalo sendiri, berhasil mengutus 4 terdiri dari 1 siswa SMAN 1 Paguat, 1 siswa SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, 1 Mahasiswa Poltekkes Gorontalo, dan 1 Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo.
Pewarta : Guslan Kaco



