RELATIF.ID, GORONTALO – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah, Komando Resor Militer (Korem) 133/Nani Wartabone menggelar pasar murah bersubsidi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Makorem 133/NW pada Selasa (25/3/2025) ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Ida Syaidah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Komandan Korem (Danrem) 133/NW, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat.
“TNI hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk mengayomi dan melindungi, tetapi juga menunjukkan kepedulian. Melalui bazar murah bersubsidi ini, Korem 133/Nani Wartabone bersama pemerintah ingin membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Danrem.
Dalam pasar murah ini, sebanyak 1.500 paket bahan pokok disediakan bagi masyarakat. Paket tersebut berisi tujuh komoditas dengan harga total Rp95.000, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp251.500.
“Biasanya di pasar, masyarakat harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah untuk membeli kebutuhan pokok. Namun, di pasar murah ini cukup dengan Rp95.000 sudah bisa mendapatkan tujuh komoditas, seperti beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, telur 10 butir, cabai rawit 0,5 kg, bawang merah 0,5 kg, dan ayam broiler 1 ekor,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gorontalo, Ida Syaidah, mengapresiasi inisiatif Korem 133/NW dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menggelar pasar murah menjelang Idulfitri.
“Pasar murah bersubsidi ini sangat membantu masyarakat, terutama saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Selain bazar bersubsidi, juga tersedia penjualan dengan harga distributor bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kupon,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
“Insyaallah setelah Ramadan, program pasar murah akan tetap dilaksanakan di setiap kecamatan di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.
Pasar murah ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Banyak warga rela antre untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Bahkan, tingginya minat masyarakat menyebabkan beberapa penjual mengalami kesulitan menyediakan uang kembalian.
“Kami melihat warga sangat antusias, mungkin karena sudah menerima THR, sehingga ada rasa senang dan bangga bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah,” ujar Ida Syaidah.
Penulis: Beju



