KPU Kabupaten Gorontalo Bersama Peserta Pemilu dan Stakeholder Bahas Penetapan Lokasi Pemasangan APK

64

RELATIF.ID, GORONTALO__Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo gelar Sosialisasi Penetapan Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) pemilihan umum tahun 2024 yang berlangsung disalah satu resto di Kabupaten Gorontalo, Kamis (23/11/2023).

 

Adapun yang hadir pada sosialisasi tersebut yakni dari unsur Partai Politik, Kesbangpol Kabupaten Gorontalo, unsur Kepolisian dan TNI, serta stakeholder yang terkait.

Sosialisasi Penetapan Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) pemilihan umum tahun 2024

Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, Roy Hamrain dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk pemasangan APK tersebut tetap memperhatikan aturan yang sudah ditetapkan dalam PKPU.

 

“Perlu kami sampaikan kepada seluruh unsur Partai Politik dan seluruh stakeholder yang terkait ketika melakukan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) untuk lebih memperhatikan lokasi-lokasi yang dibolehkan maupun lokasi-lokasi yang dilarang sesuai PKPU dan juga surat edaran”. Ucap Roy Hamrain.

 

Disamping itu, Divisi Sosialisasi dan Parmas, Sowan Dehi menjelaskan terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut agar tidak mengganggu ketertiban umum sesuai dengan ketentuan PKPU.

 

“Sebagaimana yang tertuang dalam PKPU Nomor 15 tahun 2023 tentang kampanye pada Pasal 71 itu APK dilarang dipasang ditempat-tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan (halaman sekolah atau perguruan tingggi), gedung pemerintah, fasilitas tertentu milik pemerintah dan fasilitas lainnya yang mengganggu ketertiban umum”. Jelas Sowan

Selain itu, Divisi Sosialisasi dan Parmas ini juga mengatakan bahwa dalam pasal 71 poin 1 tersebut ada tempat-tempat umum yang dilarang untuk pemasangan APK.

 

“Ada juga lokasi yang dilarang bebas dari iklan (reklame) politik yaitu sepanjang jalan Ahmad A Wahab Kecamatan Limboto dimulai dari bundaran air mancur sampai pada jembatan Polres Gorontalo dan termasuk halaman, pagar, dan tembok juga dilarang”. Kata Sowan

 

Pewarta : Fajrin Bilontala

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab