kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPendidikanProvinsi Gorontalo

Lewat HAN ke-42, Bunda Idah Syahidah Beri Pesan Penting Untuk Anak Gorontalo

43
×

Lewat HAN ke-42, Bunda Idah Syahidah Beri Pesan Penting Untuk Anak Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Gorontalo, Bunda Idah Syahidah Rusli Habibie bersalaman dengan anak-anak Goontalo dan menerima bunga mawar sebagai simbol kekeluargaan.

RELATIF.ID, PROVINSI GORONTALO – Di tengah riuh tawa puluhan anak-anak di kawasan wisata Videotron 360 Derajat, Taman Limboto, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan beberapa pesan penting bagi tumbuh kembang anak di Gorontalo

Bunda Anak Provinsi Gorintalo itu menyatakan, menjadi generasi hebat itu, dibentuk dari tujuh kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Dinosaur

“Anak hebat itu dilihat dari tujuh kebiasaannya,” ujar Idah, Kamis (23/7/2026).

Tujuh Kebiasaan Membentuk Generasi Hebat

Dalam pernyataannya, Idah memaparkan tujuh kebiasaan baik yang dibentuk setiap hari. Adapun tujuh kebiasaan baik itu ialah, dimulai dari bangun pagi, rajin beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar bersosialisasi, rajin belajar, hingga membiasakan tidur lebih awal.

Ia menyatakan, bahwa pola hidup tersebut merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental.

“Anak yang ingin menjadi anak hebat itu, maksimal pukul 10 malam sudah harus tidur supaya keesokan harinya tubuh segar dan siap menjalankan aktivitas,” katanya.

Tiliaya Makanan Tradisional

Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo juga menyenpatkan waktu untuk membagiakan “Tiliaya” (makanan khas tradisional Gorontalo) kepada 500 siswa se-Kabupaten Gorkntalo, yang diselenggaran oleh Bank SulutGo (BSG).

Bunda Idah menilai, Tiliaya bukan hanya bagian dari kekayaan budaya Gorontalo, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk menunjang pertumbuhan anak.

“Kearifan lokal Tiliaya ini harus dipertahankan dan dibudayakan. Di dalamnya ada gula aren, telur, santan, serta rempah-rempah yang baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.

Forum Anak Jadi Ruang Bertumbuh

Selain itu, Bunda Idah juga turut menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menyelenggarakan pertemuan rutin Forum Anak setiap tanggal 23 setiap bulan.

Menarik Untuk Anda :  Pemkab Bone Bolango Libatkan Akademisi, Survei Ekologis Jadi Dasar Pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu

Pertemuan rutin Forum Anak yang dijadwalkan setiap tanggal 23 setiap bulan itu, sebagai pengingat Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Baginya, forum tersebut bukan hanya menjadi ruang menyampaikan aspirasi, tetapi juga tempat anak-anak belajar public speaking, bertukar ide, dan saling menguatkan.

“Saya sangat setuju kalau setiap bulan diadakan pertemuan Forum Anak. Di situ bisa muncul ide-ide anak yang selama ini mungkin masih terpendam,” katanya.

Bunda Idah menilai, anak-anak Gororontalo itu tidak kekurangan ide atau gagasan, hanya saja mereka belum memiliki keberanian untuk menyampaikannya.

“Masih ada anak-anak yang malu berbicara. Forum Anak harus menjadi tempat mereka belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri,” tambahnya.

Jaga Kesehatan Mental Teman Sebaya

Disamping itu, Bunda Idah juga berpesan kepada seluruh pengurus Forum Anak agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi tempat saling mendukung bagi teman-teman seusianya.

Sebab, kesehatan mental anak-anak merupakan perhatian penting yang harus dijaga bersama.

“Dengan Forum Anak ini, tolong bantu teman-teman kalian. Jaga kesehatan mental mereka. Ketika ada yang sedang terpuruk, kalian harus mampu saling menguatkan,” pesannya.

Prestasi Tidak Selalu Soal Nilai

Lebih lanjut, Bunda Idah juga mengingatkan, bahwa prestasi tidak selalu diukur dari nilai akademik.

Perestasi juga, kata dia, bisa diraih melalui non akademik, seperti pengembangan bakat, minat, keterampilan, dan hobi yang dimiliki.

Sehingga, bekal Generasi menyongsong Indonesia Emas 2045, dapat terwujud.

“Saya menunggu kesiapan kalian lewat prestasi. Prestasi tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga bisa diraih melalui hobi, keterampilan, dan kemampuan apa pun yang kalian miliki. Mudah-mudahan semua cita-cita kalian dapat terwujud,” pungkasnya. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312