Lewat Rapat Senat Akademik, Sang Rajawali Pendidikan Prof. Rustam Akili Sebut Hukum dan Demokrasi Mengalami Guncangan

131

RELATIF.ID, GORONTALO__Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohalaa Gorontalo (YPDLP) Universitas Gorontalo gelar rapat senat akademik terbuka dalam rangka pengukuhan Guru Besar kepada Prof. DR. H. Rustam HS. Akili, S.E., S.H., M.H dalam bidang ilmu Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara dan Prof. DR. HA. Meimoon Ibrahim., S.E., MM dalam bidang Manajemen Administrasi Ekonomi, yang dilaksanakan di Universitas Gorontalo Convetion Centre (UGCC). Selasa (28/11/2023).

 

Mengenai hal ini, Prof. DR. H. Rustam HS. Akili, di atas mimbar Akademis menyampaikan Orasi Ilmiah terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XII/2023 tentang Ketentuan Batas Usia Minimal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia.

 

“Hal ini, sebagai kontribusi keilmuan saya dibidang Hukum Administrasi Negara dan Tata Negara”. Ujar Prof. Rustam HS. Akili.

Rapat senat akademik terbuka dalam rangka pengukuhan Guru Besar kepada Prof. DR. H. Rustam HS. Akili, S.E., S.H., M.H dalam bidang ilmu Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara dan Prof. DR. HA. Meimoon Ibrahim., S.E., MM dalam bidang Manajemen Administrasi Ekonomi

 

Lebih lanjut, Prof. Rustam dalam analisis Akademiknya menjelaskan, sejak awal berdirinya Indonesia, para pendiri bangsa berikrar dan bertekad untuk menegakkan Indonesia sebagai Negara Hukum dan memilih bentuk Republik dan Demokrasi sebagai kerangka dasarnya.

 

“Sepuluh tahun terakhir ini, Hukum dan Demokrasi kita mengalami guncangan hebat yang berulang dengan indikasi kuat melemahnya institusi dan integritas hukum kita dihadapan pragmatisme ekonomi dan konflik kepentingan kekuasaan”. Jelasnya

Selain itu, Sosok yang dijuluki Sang Rajawali Pendidikan mengungkapkan, bahwa hal ini selaras dengan dasar pemikiran oleh Profesor Daron Acemoglu dari MTI dan Profesor James Robinson dari Harvard yang pernah merumuskan Negara Modern yang menolak untuk disebut sebagai “negara gagal”.

 

“Atas dasar inilah kita membutuhkan keberanian bersikap secara akademis dalam menyikapi tema-tema yang krusial dalam pertumbuhan kita sebagai Negara Hukum yang membutuhkan institusi dan integritas yang kuat di negeri ini. Ungkap Prof. Rustam

 

Pewarta : Fajrin Bilontala

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab