Mahasiswa Asal Papua Di Gorontalo Minta Pemerintah Cabut UU Otsus Dan DOB

329

RELATIF.ID, GORONTALO__Mahasiswa Asal Papua gelar unjuk rasa di DPRD Kota Gorontalo guna meminta hak-hak penentuan nasib sebagai Bangsa West Papua.

Dalam orasinya, Hengki Boma menyampaikan, Hari ini mahasiswa papua menuntut pemerintah rezim mencabut UU Otsus dan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Papua sering dihadapkan dengan Aparat bersenjata yang diperalat oleh negara, padahal masyarakat papua hanya ingin menuntut keadilan kepada pemerintah.

“Negara menghancurkan aset papua, membuat orang papua miskin sehingga menilai DPRD tidak mampu menyelamatkan masyarakat papua melalui aspirasi. TNI-Polri hanya menjadi boneka pemerintah, dimana masyarakat selalu dihalangi dalam menyampaikan aspirasi.” ujar Hengki Boma, Jum’at (13/05/2022).

Menurutnya, Papua bisa membiayai negara ini melalui freeport yaitu aset papua. Masyarakat papua tidak takut miskin karena papua kaya, hanya saja negara selalu menguras kekayaan yang ada di papua.

“Hari ini kami hanya ingin menanyakan sudah sampai mana DPRD melihat mahasiswa papua agar disampaikan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti. Dan meminta respon dari DPRD terkait laporan aspirasi mahasiswa papua dari pemerintah pusat”.Jelasnya.

“Kami datang mencari keadilan bukan mencari kerusuhan, kami pendatang di lingkungan masyarakat dan mahasiswa Gorontalo hanya menuntut keadilan untuk disampaikan melalui perwakilan rakyat terkait permasalahan yang saat ini berkembang di tanah Papua”.Lanjutnya.

“Papua ingin dihabisi secara sistematis dengan membagi-bagi wilayah. Sehingga kami memutuskan lebih baik untuk merdeka.” tutur Hengki Boma.

Sementara itu, Sekwan DPRD Kota Gorontalo, Nurrahman Rais Monoarfa mengatakan, Terkait 12 aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa pada 23 maret 2022 sudah disampaikan kepada pimpinan sehingga sekarang kita kembalikan pada mekanisme DPRD.

“Aspirasi tersebut sudah masuk pada agenda rapat daerah sudah dimasukan dalam pembahasan termasuk 12 tuntutan mahasiswa papua.” Katanya saat menerima masa aksi.

“DPRD Kota Gorontalo seriusi apapun yang menjadi aspirasi mahasiswa papua dan langsung disampaikan kepada pimpinan agar segera diteruskan ke DPR RI. Namun aspirasi ini perlu ada kajian dengan Pimpinan dan seluruh anggota DPRD.” Tutupnya.

Selain itu, Ketua Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Dewan Nasional/LMND DN Eksekutif Wilayah Gorontalo, Hendra A menegaskan, pihaknya akan terus berjuang bersama mahasiswa Papua.

“Bahwa hari ini LMND DN bersama mahasiswa papua menuntut agar pemerintah rezim yang berkuasa di negeri ini untuk mencabut UU otonomi khusus dan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang jelas-jelas ditolak oleh orang papua.”Tegasnya.

“Hari ini mahasiswa papua menuntut pemerintah rezim mencabut UU Otsus dan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Papua sering dihadapkan dengan Aparat bersenjata yang diperalat oleh negara, padahal masyarakat papua hanya ingin menuntut keadilan kepada pemerintah.”tutup Hendra.(Ay/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab