Mega Proyek Dikerjakan Mantan Jubir Bupati Jalan Ditempat, Elvikman Lanjoi Lari?

519

RELATIF.ID, GORONTALO___Pekerjaan jalan, Pone-STAIN Cs, Kecamatan Limboto Barat dengan volume total pekerjaan 5.474 meter dan tanggal kontrak 31 Agustus 2021, Nilai kontrak Rp. 9.289.922.970,38,- sumber dana APBD Kab. Gorontalo (Pinjaman PEN) yang dikerjakan, CV. INJILLY diduga jalan di tempat dan belum menunjukkan progres yang signifikan.

Bahkan saat ini tidak nampak aktivitas pekerjaan jalan dan papan proyek berukuran mirip karton berwarna putih itu hanya terletak pada dinding warung disimpang tiga Kampus II STAIN dengan kondisi rusak, Minggu (23/01/2022).

Saat ditemui awak media, Arwin Ndoi, warga Dusun III, Desa Pone, Limboto Barat mengungkapkan, sejak akhir bulan Desember 2021 para pekerja dan pengawas dari CV. Injilly tidak lagi beraktivitas.

“Seingat saya sejak akhir bulan Desember 2021 tidak ada aktivitas kerja. Biasanya mereka kumpul disini (Direksi Keet), sekarang kosong tidak pernah datang lagi,”Ungkapnya, Kamis (20/01/2022).

Menurutnya, pemilik sebenarnya perusahaan CV. Injilly orang Manado. Namun, ia tidak mengetahui secara persis nama pemilik perusahaan. Sementara yang melaksanakan pekerjaan dilapangan, yakni Elvikman Landjoi.

“Saya pemilik rumah. Rumah ini dikontrakkan dengan nilai sewa Rp.2,5 Juta per bulan. Pemilik perusahaan orang Manado, yang kerjakan Pak Elvikman,”jelas Arwin.

Arwin Ndoi bersama rekannya saat ditemui awak media di rumahnya yang dikontrak CV. Injilly untuk Direksi Keet.

Bahkan hingga saat ini belum menerima bayaran sewa kontrak rumah seperti yang dijanjikan Elvikman. Sejumlah upaya sudah dilakukan Arwin, namun pihak perusahaan mengaku belum memiliki uang.

“Yang dikasi panjar pembayaran hanya tukang masak, kalau saya belum. Saya berulang kali minta uang, tapi menurut dia (Elvikman) belum ada uang,”Katanya dengan wajah lesu penuh harap.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU-PR Kabupaten Gorontalo, Ansor Napu menjelaskan, telah mengeluarkan surat peringatakan kepada pihak penyedia jasa karena tidak mencapai progres pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja.

“Per akhir bulan Desember 2021 seharusnya progres pekerjaan jalan mencapai 18 persen, namun hasil dilapangan hanya 10,5 persen. Surat teguran sudah kami berikan,”Jelasnya.

Ansor Napu (tengah) didampingi Elvikman Lanjoi (kanan rompi orens).

Lebih lanjut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan kembali mengeluarkan surat teguran yang kedua untuk perusahaan CV. Injilly. Dasar PPK memiliki alasan karena hasil pantauan pengawas lapangan tidak ada aktivitas pekerjaan jalan.

“Kami akan undang lagi pihak direktur perusahaan, sebab kondisi dilapangan tidak ada pekerjaan. Pekan depan surat teguran kedua segera keluar,”terang Ansor.

Elvikman Lanjoi (kanan rompi orens) bersama Bupati Gorontalo (tengah) dan Ansor Napu (kiri) saat berada di Direksi Keet saat kunjungan.

Namun ditanyakan apakah pelaksana adalah benar mantan juru bicara Bupati Gorontalo, Ansor Napu seolah mengelak serta membantah bahwa bukan Elvikman Lanjoi.

“Yang menanda tangani direktur langsung orang Minahasa itu, pelaksana disitu ada berapa dan Elvikman bukan pelaksana. Tidak semua orang yang ba foto di lokasi pekerjaan adalah pelaksana”,tutur Ansor Napu.

Saat ini tim Redaksi Relatif.id berupaya mendapatkan konfirmasi dari CV. Injilly.(Win/Relatif.id).

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab