RELATIF.ID, GORONTALO – Universitas Gorontalo (UG) menggelar kuliah umum bagi calon mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2025 pada Senin, (24/2/2025).
Bertempat di Class Smart Room UG, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai peserta dari kalangan jaksa, kepolisian, aparatur sipil negara (ASN), lembaga vertikal pemerintah, serta masyarakat umum, dan turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina UG Prof. RA, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dr. Moh. Rolli Para Mata, SE., MM, Wakil Rektor I Prof. Moomen Ibrahim, SE., MM, Wakil Rektor II Dr. Onong Junus, SE., MM, serta sejumlah pejabat struktural lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rustam Akili yang bertindak sebagai pemateri tentang kepemimpinan. Ia menyampaikan bahwa filosofi kepemimpinan mencakup serangkaian nilai, prinsip, dan keyakinan yang menjadi dasar seorang pemimpin dalam mengambil keputusan serta mengelola kelembagaan.
Kepemimpinan yang Berkarakter
Dalam paparannya, Prof. Rustam Akili menjelaskan, bahwa kepemimpinan yang kuat harus memiliki karakter moral dan kinerja yang baik. Karakter moral yang dimaksud yaitu mencakup integritas, kejujuran, dan keadilan. Sedangkan karakter kinerja meliputi prestasi kerja, komunikasi efektif, keterampilan, serta tanggung jawab.
“Mengutip dari Robbins, bahwa kepemimpinan yang baik harus mampu menginspirasi pengikutnya untuk berkomitmen terhadap tujuan bersama. Sementara itu, menurut Terry, kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain agar bekerja dengan ikhlas demi mencapai visi yang telah ditetapkan,” ujar Prof. Rustam.
Dalam konteks Islam, Prof. Rustam menjelaskan kepemimpinan yang ideal harus berlandaskan sifat siddiq (benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathonah (cerdas).
“Seorang pemimpin juga harus memiliki visi yang inspiratif dan mendorong musyawarah dalam pengambilan keputusan,” paparnya.
Pola dan Gaya Kepemimpinan
Lebih lanjut, menurut Prof. Rustam Akili, kepemimpinan dapat dibagi menjadi dua pola dasar, yakni kepemimpinan formal dan informal.
“Kepemimpinan formal bersifat resmi dalam organisasi dan diatur berdasarkan pangkat serta struktur yang jelas. Sementara kepemimpinan informal tidak bergantung pada jabatan, tetapi lebih pada pengakuan dari lingkungan sekitar karena keahlian dan pengaruhnya,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Rustam mengungkapkan, beberapa gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan, antara lain kepemimpinan demokratis, otoriter, karismatik, visioner, delegatif, dan liberal.
“Setiap gaya memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri dalam mengelola organisasi dan rekan tim kerjanya,” tuturnya.
Pesan bagi Calon Mahasiswa RPL
Sebagai penutup, Prof. Rustam Akili mengingatkan para calon mahasiswa RPL yang mayoritas merupakan abdi negara agar selalu mengedepankan karakter kepemimpinan yang kuat.
“Seorang pemimpin harus memiliki integritas, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Tanpa karakter yang baik, kepemimpinan akan kehilangan arah dan kepercayaan dari masyarakat,” tegasnya.
Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa RPL Universitas Gorontalo dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang berkarakter, baik dalam profesi maupun kehidupan sosial mereka. (Beju)



