RELATIF.ID, GORONTALO – Kasus intimidasi terhadap wartawan kembali mencuat, kali ini diduga melibatkan oknum anggota Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo. Peristiwa yang menimpa Herman Abdulah alias Popay, seorang wartawan dari media Jasmer7, menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia yang masih menjadi persoalan serius.
Herman mengungkapkan bahwa dirinya mengalami ancaman, intimidasi, hingga perampasan alat kerja berupa handphone oleh oknum polisi Polda Gorontalo. Insiden ini terjadi pada Minggu (8/12/2024), sekitar pukul 14.00 WITA, di Jalan Trans Sulawesi, Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Herman menjelaskan, kejadian bermula ketika ia menerima informasi terkait penangkapan dugaan kasus narkoba di Gorontalo. Sebagai seorang jurnalis, ia segera menuju lokasi untuk meliput peristiwa itu. Namun, setibanya di tempat kejadian, ia mendapati bahwa penangkapan tersebut terkait kasus minuman keras (miras), bukan narkoba.
Ketika sedang mendokumentasikan proses penangkapan sebuah mobil hitam dengan nomor polisi DM 1052 BF, Herman mengaku dihalangi oleh sejumlah anggota polisi, termasuk seorang yang diduga merupakan Kepala Unit (Kanit) Narkoba Polda Gorontalo.
“Ada tarik-menarik ketika saya mencoba mempertahankan handphone saya. Akhirnya, handphone saya dirampas,” ujar Herman.
Lebih lanjut, Herman mengatakan bahwa Kanit Narkoba Polda Gorontalo juga melontarkan ancaman verbal terhadap dirinya.
“Cari tahu namanya. Kalau ada berita atau foto yang muncul selain dari kita, berarti dari kau. Kau yang saya cari,” tutur Herman, menirukan ancaman tersebut.
Setelah perangkatnya dikembalikan, Herman menyadari bahwa seluruh foto hasil liputannya telah dihapus. Ia menyatakan kecewa dan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers.
“Saya sangat terintimidasi. Ini jelas melanggar hak kebebasan pers,” tegas Herman.
Saat dikonfirmasi terkait insiden ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Gorontalo, AKBP Desmont Harjendro, mengaku belum menerima laporan terkait insiden tersebut.
“Kita cek dulu, Mas, biar jelas semuanya,” ujar Desmont singkat.
Penulis: Beju



