RELATIF.ID, GORONTALO – Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, berlangsung khidmat.
Dalam prosesi itu, menghadirkan nuansa yang tak lazim. Suasana sakral yang membuat para hadirin tertegun.
Acara yang umumnya digelar di Kasmat Lahay, kali ini diadakan di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Jumat (28/11/2025).
Pelantikan di Tempat Ibadah
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menjelaskan bahwa keputusan memilih masjid sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan.
Menurut dia, pelantikan di tempat ibadah memberi pesan agar para pejabat benar-benar memahami tanggung jawab moral dan spiritual atas amanah yang mereka emban.
“Ini agar kita sadar bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan,” ujar Sofyan.
Makna Spiritual Yang Mendalam
Suasana haru semakin terasa ketika Ustaz Syarifudin Mateka, S.Ag., yang turut menyaksikan prosesi tersebut, mengaku merinding dan bahkan tanpa sadar meneteskan air mata.
Ia menilai pelantikan itu bukan sekadar seremonial, tetapi sarat dengan makna keimanan.
Pelantikan dilaksanakan pada hari Jumat, di tempat mulia, dan bersamaan dengan aktivitas bernilai ibadah.
Menurut Syarifudin, seluruh rangkaian itu memberikan bobot spiritual yang jarang ditemui dalam pelantikan pejabat pemerintahan.
“Jangan dipandang sebagai sesuatu yang simbolik,” tegasnya.
Menjunjung Al-Qur’an di Hadapan Kain Kafan
Momen yang paling menggetarkan terjadi ketika sejumlah pejabat menjunjung Al-Qur’an saat mengucapkan sumpah.
Sambil menjujung Al-Qur’an saat mengucapkan sumpah, selembar kain kafan dibentangkan di hadapan mereka sebagai simbol peringatan bahwa jabatan hanya bersifat sementara dan hidup manusia memiliki batas.
Syarifudin menyebut, unsur-unsur tersebut menjadi pesan kuat terkait amanah, kematian, dan batas kekuasaan.
Navigasi Moral Bagi Pejabat
Syarifudin menegaskan bahwa menjunjung Al-Qur’an bukan sekadar ritual. Itu adalah pengingat bahwa sumpah jabatan merupakan komitmen di hadapan Tuhan, serta ajakan agar para pejabat menjadikan Al-Qur’an sebagai navigasi moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ia juga menafsirkan kehadiran kain kafan sebagai simbol agar para pejabat menghindari perilaku yang menyimpang, seperti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
“Kain kafan itu mengingatkan kita bahwa jabatan hanyalah titipan. Setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun spiritual,” pungkasnya.
Susunan Tujuh Pejabat Yang Dilantik
Adapun jumlah pejabat yang dilantik dan diambil sumpah itu berjumlah tujuh orang.
Berikut ini susunan pejabat yang telah dilantik dan diambil sumpah ialah:
1. Dr. Bambang Supriyanto, M.Si – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gorontalo
2. Dr. Jurni Biahimo, S.Pd, M.Si – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan Dan Pembangunan Kabupaten Gorontalo
3. Endi Triyanto Manyoe, S.Pi, M.Si – Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo
4. Risman K. Umar, S.Sos, M.Si – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Gorontalo
5. Dr. Abdul Waris, S.Pd, M.Pd – Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo
6. Fany Hamzah Salamanya, S.Pi, MT.DEA – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo
7. Afriyani Katili, SKM, M.Kes – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo
Dengan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan seperti itu, para pejabat diharapkan dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, mengutamakan kepentingan rakyat, dan terus menjaga kepercayaan publik sepanjang menjabat. (Beju)



