Pelonggaran Penggunaan Masker, Taufik Buhungo: Pemerintah Terlalu Terburu-Buru

229

RELATIF.ID, GORONTALO__Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan adanya pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan.

Pemerintah telah memperbolehkan masyarakat melepas masker di ruang terbuka jika kondisi tidak padat orang.

Meski demikian, masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek tetap harus menggunakan masker saat beraktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Gorontalo, Taufik Buhungo mengkritik kebijakan yang diambil pemerintah.

Menurutnya, kebijakan pelonggaran protokol kesehatan dinilai terlalu terburu-buru hingga beresiko.

“Pemerintah terlalu terburu-buru mengambil keputusan, sebagian masyarakat sudah terbiasa hidup sehat dengan menggunakan masker. Penggunaan masker adalah bentuk ikhtiar, bukan hanya mencegah paparan virus Covid-19, namun juga untuk melindungi masyarakat dari virus-virus lain baik dari manusia atau hewan”, ujar Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (19/05/2022).

Taufik pun menambahkan bahwa keputusan Presiden tersebut sangat beresiko dan akan berpengaruh terhadap daerah yang masih terdapat kasus.

“Sangat beresiko, keputusan Presiden terkait pelonggaran pengggunaan masker akan berpengaruh di daerah yang masih terdapat kasus Covid-19. Pemerintah pusat mengeluarkan anggaran penanganan bencana virus begitui besar, tapi justru ujung-ujungnya pemerintah sendiri yang membatalkan itu” tambahnya.

Pasalnya, kata Taufik, sampai saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mencabut status pandemi atas penyebaran Covid-19.

“WHO saja belum mencabut status pandemi Covid-19”. Katanya. (Ay/Relatif.Id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab