RELATIF.ID, GORONTALO – Setelah awal puasa ditetapkan pada Kamis, 19 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Gorontalo langsung menjadwalkan rangkaian Safari Ramadhan mulai hari kedua.
Tiga Tim Safari Ramadhan
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan Safari Ramadan tahun ini dibagi dalam tiga tim.
Tiga tim itu, kata dia, terdiri atas tim Bupati, tim Wakil Bupati, dan tim Sekretaris Daerah.
“Safari Ramadan ini ada tiga tim, tim Bupati, Sekda, dan Wakil Bupati. Masing-masing tim didampingi tiga OPD, sehingga dalam satu hari ada sembilan OPD yang ikut,” ujar Sofyan.
Dengan skema tersebut, pelaksanaan Safari Ramadhan dilakukan secara paralel di beberapa lokasi dalam satu hari.
OPD Terapkan Sistem Rolling
Sofyan menjelaskan, keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan secara bergiliran atau rolling.
Untuk OPD yang tidak terjadwal pada hari itu, tetap melaksanakan aktivitas dari rumah masing-masing dan akan mendapat giliran pada hari berikutnya.
Ia menegaskan bahwa sistem rolling ini sejalan dengan tagline Pemerintah Kabupaten Gorontalo pada Ramadhan tahun ini.
Yang dimaksud dengan tagline itu ialah “Ramadhan Bersama Keluarga.”
“Kenapa OPD kami rolling? Karena tagline hari ini untuk seluruh OPD dan ASN adalah Ramadan bersama keluarga,” tegasnya.
Tanpa Buka Puasa Bersama
Dalam pelaksanaannya, Safari Ramadhan ini tidak disertai dengan kegiatan buka puasa bersama.
Sebab, seluruh pimpinan OPD dan ASN diimbau untuk berbuka puasa di rumah bersama keluarga, kemudian melanjutkan dengan salat tarawih secara keliling di lokasi Safari yang telah dijadwalkan.
“Tidak ada buka bersama di lokasi Safari. Kami berharap OPD berbuka dulu di rumah masing-masing bersama keluarga, setelah itu baru tarawih keliling,” jelasnya.
Ramadhan Dimulai dari Rumah
Dengan begitu, Bupati berharap, kebijakan ini menjadi momentum bagi para pimpinan OPD dan ASN untuk lebih menguatkan kebersamaan dalam keluarga selama bulan suci Ramadhan.
“Kami berharap, Ramadhan kali ini benar-benar dimulai dari rumah. Buka dan sahur bersama keluarga, baru kemudian menjalankan aktivitas keagamaan di tengah masyarakat,” tutupnya. (Beju)



