kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaHukumProvinsi GorontaloSosial

Pernikahan Jadi Duka Cita, Anggota Brimob Menghilang di Hari Akad Nikah

272
×

Pernikahan Jadi Duka Cita, Anggota Brimob Menghilang di Hari Akad Nikah

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi akad nikah/Merdeka.com.

RELATIF.ID, GORONTALO – Keluarga mempelai perempuan dibuat terpukul dan kebingungan setelah calon mempelai laki-laki, Farhan Mahieu, yang berprofesi sebagai anggota Brimob Polda Gorontalo, tak hadir di hari pernikahan. Padahal, komunikasi masih terjalin hingga malam sebelum akad nikah.

Menurut keterangan pihak keluarga, Zainudin Husain, calon mempelai laki-laki itu masih berkomunikasi dengan mempelai perempuan pada malam bakupas (persiapan akad).

Namun, saat hari H akad nikah yang dijadwalkan pada 9 Agustus 2025, pukul 09.00 WITA, ia menghilang tanpa kabar. Bahkan, pada resepsi pernikahan di malam harinya, ia tetap tidak datang.

“Dengan harapan, pada saat sore hingga malam itu, sang calon mempelai laki-laki ini bisa datang, tapi ternyata tidak ada juga,” ungkap Zainudin, Selasa (12/8/2025).

Akibatnya, prosesi akad nikah yang seharusnya menjadi puncak acara dialihkan menjadi pembe’atan. Sehingga, harapan untuk menggelar resepsi pernikahan pun sirna.

Untuk mengisi acara yang sudah terlanjur disiapkan, kata Zainudin, keluarga kembali menggelar pembe’atan dengan adik mempelai perempuan sebagai pengganti di pelaminan.

“Akhirnya, adiknya lagi kita kasih naik untuk jadi resepsi pembe’atan lagi,” terangnya.

Situasi ini, membuat para tamu undangan bingung dan bertanya-tanya. Zainudin menuturkan, undangan yang mereka terima tercatat sebagai resepsi pernikahan, namun yang berlangsung justru pembe’atan.

“Sesudah itu, para undangan bertanya-tanya: ini sebenarnya acara apa, kita punya undangan ini kan resepsi pernikahan, kenapa jadi pembe’atan,” tuturnya.

Kabar ketidakhadiran mempelai laki-laki pun membuat suasana yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi duka cita.

“Dan ketika informasi bahwa laki-laki itu tidak datang, sehingga semua kondisi pada saat resepsi itupun yang sebenarnya menjadi suka cita, jadi duka cita,” ucap Zainudin.

Menarik Untuk Anda :  Peta Persaingan Ketua KONI Kabupaten Gorontalo Mulai Memanas, Jurnalis Senior Turut Mewarnai Bursa

Atas kejadian itu, mempelai perempuan yang diketahui Sukmawati Rahman, wanita asal Kabupaten Gorontalo, melapor ke Propam Polda Gorontalo, yang didampingi oleh keluarganya pada Senin, 11 Agustus 2025.

“Makanya ini kita lanjutkan ke proses hukum. Minimal ada efek jera. Ada tanggung jawab Polri dari apa yang sudah dilakukan oleh anggotanya,” tukas Zainudin, salah satu keluarga Sukmawati. (Beju)

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312