RELATIF.ID, GORONTALO__Belum lama ini beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu gelar aksi unjuk rasa di Bandara Udara Djalaludin Gorontalo dan Polres Gorontalo guna mempertanyakan penanganan dugaan penyeludupan hasil tambang emas kurang lebih 8 Kg melalui Bandara.
Dan dengan adanya dugaan penyeludupan emas ini pihak Polres Gorontalo dan Bandara Djalaludin diminta transparan dalam menyikapi masalah ini. Kamis (09/08/2023).

Bahkan masa aksi mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Gorontalo ketika Polres Gorontalo tidak transparan dan tidak segera melaksanakan jumpa pers terkait dugaan penyeludupan emas tersebut.
Adapun yang menjadi tuntutan masa aksi yakni, Meminta Kepada Kapolres Gorontalo agar segera menangkap oknum penyeludupan emas ilegal yang berinisial (DS) dan (MYO).
Meminta Kapolres Gorontalo untuk segera melakukan jumpa pers bersama media serta menghadirkan barang bukti yang telah di amankan polres Gorontalo.

Mendesak Kapolres Gorontalo mundur dari jabatannya, apabila tidak bisa menyelesaikan masalah dugaan penyelundupan Emas secara ilegal yang dilakukan secara berulang-ulang kali.
Ditemui usai melaksanakan unjuk rasa di Polres Gorontalo, Koordinator Lapangan, Glendi Husain menjelaskan, jika aksi yang dilaksanakan terkait dugaan penyeludupan emas melalui Bandara Djalaludin Gorontalo.
“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terdapat 8 kilo gram emas yang diselundupkan, kemudian meminta kepala Bandara untuk segera melakukan konferensi pers bahwasanya telah terjadi penyeludupan”, Jelas Glendi.

Dirinya juga mengatakan, untuk tuntutan di Polres Gorontalo agar pihak kepolisian bisa memperlihatkan barang bukti dan tersangka yang sudah diamankan dari Bandara Djalaludin yang diduga telah melakukan penyeludupan emas.
“Kemudian tuntutan kami di Polres Gorontalo agar pihak kepolisian bisa memperlihatkan barang bukti dan tersangka terkait dugaan penyeludupan ini”, kata Glendi.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari pihak Bandara Djalaludin Gorontalo maupun pihak Polres Gorontalo.(Tim/Relatif.id).



