RELATIF.ID, GORONTALO – Demi kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor Gorontalo menyiapkan sembilan titik pos pengamanan strategis yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo.
Penempatan pos pengamanan itu telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar pada Selasa (10/3/2026), yang melibatkan unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta Pemerintah Daerah.
Dalam rapat tersebut, Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, SIK., memaparkan peta kekuatan personel serta infrastruktur pengamanan yang akan disiagakan selama masa mudik hingga perayaan Lebaran.
Menurutnya, fokus pengamanan akan diarahkan pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas, pusat keramaian masyarakat, hingga pintu masuk transportasi udara.
“Kehadiran petugas di titik-titik pengamanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, mulai dari arus mudik, pelaksanaan salat Idul Fitri, hingga perayaan Lebaran Ketupat,” ujar AKBP Ki Ide Bagus Tri.
Adapun sembilan titik pengamanan yang disiapkan meliputi Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan di wilayah Telaga, Tibawa, Parungi, Bongomeme, serta kawasan Menara Limboto.
Selain itu, disiagakan pula Pos Terpadu di Bandar Udara Djalaluddin, serta unit pendukung lainnya seperti Satgas Operasi dan Posko Utama.
Disamping itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, yang turut dalam rapat tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh dalam operasional pengamanan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa Bupati Gorontalo telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk turut mendukung kebutuhan teknis selama pelaksanaan pengamanan berlangsung.
“Sinergi antara seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal. Pemerintah daerah siap mendukung penuh operasional pengamanan di lapangan,” kata Sugondo.
Selain pengamanan Hari Raya Idul Fitri, rapat koordinasi tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap tradisi Lebaran Ketupat yang kerap memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah wilayah Gorontalo.
Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat diminimalisir serta arus lalu lintas tetap terkendali di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran. (Beju)



