Program RHL Berhasil, Sekditjend PDASRH KLHK Panen Jambu Mete di Gorontalo, Heru Permana : Tujuannya Kesejahteraan dan Lingkungan

107

RELATIF.ID, GORONTALO__ Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sri Handayaningsih, melakukan panen perdana jambu mete di Desa Totopo Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Kamis (02/11/2023).

panen perdana jambu mete di Desa Totopo Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo

Jambu mete yang dipanen merupakan tanaman yang di kembangkan melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestri oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Bolango.

 

“Saya melihat biji jambu mete di Totopo ini besar-besar, termasuk kualitas super. Kalau di Jakarta, biji mete yang utuh besar harganya tembus Rp 450 ribu/kilogram yang sudah digoreng. Bahkan jika digoreng tanpa minyak, lebih mahal lagi. Harga ini memang fluktuatif di setiap daerah,” Jelas Sri Handayaningsih.

 

Dirinya berjanji akan membantu alat pengupas biji mete untuk kelompok RHL di Desa Totopo, Namun tetap masih di sesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

 

“Boleh dicatat, saya berjanji untuk membantu alat pengupas biji mete untuk kelompok RHL Desa Totopo. Saya lihat dulu anggarannya, kalau memang tidak bisa tahun ini, insya Allah di tahun depan sudah bisa diwujudkan,” Katanya.

Sekditjend PDASRH KLHK Panen Jambu Mete, Sri Handayaningsih didampingi Kepala BPDAS Bone Bolango, Heru Permana

Selanjutnya, kata Sri bahwa bantuan tersebut merupakan upaya lanjutan agar program RHL Agroforestri benar-benar memberi dampak untuk perbaikan lingkungan sekaligus peningkatan taraf hidup masyarakat. Karena itu sesuai jargon yang menjadi semboyan KLHK yaitu suatu program harus bisa dirasakan dan terlihat.

 

“Oleh karena itu harus ada upaya lanjutan, bukan hanya dipanen dan tidak menghasilkan uang. Dukungan untuk kelompok RHL juga berupa bimbingan dan pendampingan yang harus dilakukan bersama oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar buah yang dipanen awalnya hanya bahan baku mentah, diolah setengah jadi sampai bahan jadi dan terakhir bisa menembus pasar,” Katanya lagi.

 

“Semua konteks pemulihan lingkungan hidup, tiga aspek itu yang menjadi tujuannya. Apalagi dari aspek geografis dan topografi Gorontalo, saya melihat semuanya adalah kawasan lindung karena kecuramannya di atas 25 persen,” Tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPDAS Bone Bolango, Heru Permana menjelaskan, Jika berdasarkan data luasan program RHL Agroforestri di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo seluas 2.500 hektar. Seluruh luasan tersebut ditanami buah-buahan berupa jambu mete, rambutan, dan durian, serta kayu-kayuan seperti mahoni, gmelina, dan nyato. Khusus di Desa Totopo, luasnya mencapai 90 hektar yang dikelola oleh kelompok RHL.

 

“Kami berharap hasil RHL ini bisa dilanjutkan kembali untuk pemeliharaan dan juga pendampingan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pendampingan bagi kelompok RHL mulai dari hulu hingga hilir agar tujuan untuk menyejahterakan dan memulihkan lingkungan bisa tercapai semuanya,” Jelas Heru Permana.

PPK P2 RHL Agroforestri BPDAS Bone Bolango, Muh. Bakri Nongko

Senada dengan, Heru Permana PPK P2 RHL Agroforestri BPDAS Bone Bolango, Muh. Bakri Nongko menambahkan, bahwa tanaman yang tersebar di 25 lokasi program RHL Agroforestri di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo kondisinya rata-rata sudah mulai belajar berbuah.

 

“Kita berharap manfaatnya bisa dirasakan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian sekaligus tutupan lahan guna mencegah banjir dan longsor, serta untuk konservasi tanah dan air,” Tambah Muh. Bakri Nongko.

 

Ditempat yang sama, anggota Kelompok RHL Totopo, Burhan Keli memaparkan, bahwa untuk jambu mete yang ditanamnya di lereng perbukitan sudah mulai berbuah dengan hasil panen perdana sebanyak lima kilogram. Ia memiliki 200 pohon jambu mete yang ditanam melalui program RHL Agroforestri dan yang sudah berbuah sebanyak 150 pohon.

“Rata-rata harganya Rp7.500/kilogram. Insya Allah kalau sudah musim hujan, hasil panennya akan meningkat. Terima kasih kepada BPDAS, berkat RHL ini bisa meningkatkan penghasilan saya dan warga desa lainnya,”Papar Burhan. (Win/Relatif.id).

 

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab