RELATIF.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Diporapar) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) terus mempersiapkan Kesiapan dari pelaksanaan Iven Festival Pesona Danau Limboto, yang akan digelar selama 6 hari sejak tanggal 16-21 Juni 2023, yang saat ini kesiapannya di prediksi sudah mencapai 80 persen.
Kepada awak Relatif.id dihubungi via seluler Kepala Disporapar Rita Idrus menjelaskan, FPDL adalah satu-satunya iven pariwisata Kabupaten Kota di Provinsi Gorontalo yang masuk dalam kharisma iven nasional, sehingga atas dasar saran dari Kementrian Pariwisata, FPDL akan digelar Pertengahan Juni 2023.
“Ya saat ini kesiapannya sudah mencapai 80 persiapan karena untuk kesiapan baik itu Iven maupun undangan dan beberapa kesiapan lainnya itu sudah ada. Tinggal ada beberapa yang belum kita buat yaitu di antaranya adalah pembuatan panggung dan stand yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut. Masalah undangan sudah ada beberapa yang telah kita edarkan, tapi sebagian besar baru akan kita edarkan mulai pekan depan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Rita Idrus, pada pelaksanaan FPDL nanti ada 11 iven yang akan dipersembahkan diantaranya, Fun Run, kuliner, festival karnaval dan juga ada berupa game-game seperti layang-layang yang sudah kita laksanakan sejak tahun kemarin yang juga diikuti oleh peserta dari luar daerah dan beberapa Iven lainnya.
“Untuk lokasinya akan digelar diKawasan Danau Limboto, karena yang akan kita jual dan promosikan adalah Danau Limboto yang mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri, dimana dikawasan itu yang biasanya dingin, namun di arena Telaga Biru ada air panas yang mengandung belerang yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti Perlamen, kesemutan dan berbagai penyakit lainnya,” tandasnya.
Terakhir wanita yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat (Sekwan) Kabgor ini mengatakan, tema dari FPDL sendiri adalah Kelapa Sebagai Sumber Kehidupan karena Kelapa dan Danau Limboto adalah sumber kehidupan masyarakat Kabgor pada Khususnya, dan Provinsi Gorontalo pada umumnya.
“Provinsi Gorontalo ini adalah masuk dalam salah satu daerah Nyiur Melambai, dimana banyak masyarakat yang menjadi pengusaha kelapa atau paling sering disebut pengusaha kopra. Kemudian sebagian masyarakat adalah nelayan sehingga antara Kelapa dan Danau Limboto ini menjadi sumber kehidupan dari masyarakat Gorontalo,” tutupnya.
Pewarta : Dhedy Henga



