RELATIF.ID, GORONTALO__Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg) tinggal menghitung hari olehnya saat ini masing-masing dari peserta pemilu gencar-gencarnya melaksanakan sosialisasi melalui Kampanye Tatap Muka atau Blusukan ke setiap masyarakat yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil).
Sama halnya dengan Calon muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ramli Hasan Mappo nomor urut 2 dapil Kecamatan Bongomeme dan Dungaliyo yang hingga saat ini terus melakukan kampanye tatap muka dengan warga.
Pasalnya, Ramli Hasan Mappo sendiri merupakan putra asli Kecamatan Dungaliyo yang tidak perlu diragukan lagi soal keberpihakan pada masyarakat, karena berulang kali dirinya memperjuangkan hak-hak rakyat atas kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat.
Dan melalui kampanye pertemuan dengan masyarakat, Ramli Hasan Mappo tidak mengumbar janji politik melainkan hanya meminta dukungan dan do’a restu masyarakat yang ada di dapilnya.
Olehnya dengan gaya politik santun dan merakyat inilah banyak warga yang menginginkan, Ramli Hasan Mappo untuk duduk sebagai wakil mereka di DPRD Kabupaten Gorontalo nanti.
“Alasan saya maju sebagai calon anggota legislatif karena berangkat dari rasa keterpanggilan jiwa dan hati nurani karena masih banyak persoalan rakyat seperti masalah tanah, kesehatan, pendidikan, ekonomi serta persoalan lain-lain. Hari ini sebagai tokoh pemuda yang ada di kecamatan Dungaliyo dan Bongomeme merasa terpanggil untuk sama-sama berjuang bersama rakyat”, ujar Ramli. Sabtu (27/01/2024).
Dirinya memaparkan, bahwa disetiap melaksanakan kampanye hanya menjelaskan apa saja yang menjadi tugas dan fungsi DPRD ketika duduk mewakili rakyat.
“Yang perlu disampaikan adalah bagaimana rakyat benar-benar mengetahui kedepannya apa saja tugas dan fungsi dari anggota DPRD karena pada dasarnya sebagai anggota DPRD adalah pelayan masyarakat”, papar Ramli.

Menurutnya, mengapa di setiap melaksanakan kampanye dirinya tidak memaparkan program karena semua itu akan dilaksanakan setelah duduk nanti ketika dipercayakan oleh masyarakat.
“Tidak ada program yang akan disampaikan karena menurut saya program harus dilaksanakan setelah duduk nanti karena jika disampaikan saat ini maka akan jadi janji, namun yang dilakukan saat ini adalah bagaimana mendekatkan diri pada masyarakat agar rakyat menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari 2024”, Ungkap Ramli.
Dirinya berharap, masyarakat bisa menggunakan hak pilih dengan baik dan benar dan tidak terpengaruh dengan janji atau politik uang karena ini akan merusak demokrasi.
“Yang pasti harapan saya kedepannya bagaimana masyarakat memilih orang – orang yang benar-benar memperjuangkan aspirasi dan tidak terpengaruh dengan sejumlah uang kemudian setelah terpilih tidak lagi memperhatikan kondisi rakyat”, harap Ramli.(Win/Relatif.id).



