RELATIF.ID, GORONTALO – Saat ini ada tiga daerah di Provinsi Gorontalo yang tercatat berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Berdasarkan laporan kementerian, tiga daerah yang dimaksud itu ialah, Kabupaten Boalemo, Pohuwato, dan Kota Gorontalo.
Agar Kabupaten Gorontalo tidak menyusul tiga wilayah yang berstatus KLB campak itu. Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terus melakukan langkah pencegahannya.
Sub koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Gorontalo, Rany Aneta menuturkan, bahwa untuk mendukung upaya pencegahan tersebut, pihaknya melakukan verifikasi kasus melalui pengambilan sampel.
Kemudian, kata dia, sebagai tindaklanjut dilakukan vaksinasi pada anak-anak melalui skrining.
“Vaksinasi diberikan pada saat bayi satu kali, baduta satu kali, dan kelas satu, satu kali,” kata Rany, Jumat (29/8/2025).
Jika ditemukan anak atau bayi yang belum divaksinasi campak, maka akan dilakukan melalui imunisasi.
“Apabila ditemukan bayi atau anak belum vaksinasi campak, apalagi kalau belum lima tahun, kita mengejar vaksinasinya melalui imunisasi,” tukasnya
Sebagaimana diketahui, campak merupakan penyakit virus yang menular pada anak, yang ditandai dengan demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit khas yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Gejalanya muncul setelah masa inkubasi 7-18 hari dan berlangsung 7-14 hari.
Pencegahan utama adalah melalui imunisasi campak pada anak atau bayi, karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru dan radang otak. (Beju)



