RELATIF.ID, GORONTALO__Gerakan kemanusiaan terus dilaksanakan di wilayah Kabupaten Gorontalo guna meringankan beban warga yang ada di Sulawesi Utara yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Penggalangan dana ini dilakukan semua kalangan organisasi maupun masyarakat umum termasuk juga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang ada di Kabupaten Gorontalo.

Walaupun saat ini TKSK yang ada di Kabupaten Gorontalo sementara diterpa angin tak segar karena dengan adanya evaluasi atau usulan pergantian di antara anggota TKSK.

Saat dikonfirmasi, Koordinator TKSK Kabupaten Gorontalo, Nurhayati Ismail mengatakan pihak hingga saat ini masih terus melakukan penggalangan bantuan pada mereka korban banjir di Kota Manado.
“Ya benar, kami TKSK hingga saat ini masih melakukan pemaketan bahan yang akan di serahkan pada saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir di Sulawesi Utara”, kata Nurhayati.

Dirinya mengaku isu evaluasi TKSK yang dialamatkan pada dirinya dan rekan-rakanya tidak menyurutkan semangat mereka untuk membantu sesama.
“Untuk evaluasi atau pergantian itu tidak menyurutkan semangat kami (TKSK.red), karena dalam membantu dalam kondisi apapun kita selama itu bisa maka wajib dilaksanakan. Apa lagi profesi seperti kami ini yang notabene nya sebagai pekerja sosial”, papar Nurhayati atau yang akrab di sapa Ibu Tona tersebut.

Ibu Tona memaparkan, jika jenis bantuan yang rencananya akan di salurkan pada mereka korban banjir berupa sembako.
” Yang rencananya akan disalurkan nanti berupa beras, mie instan, ikan kaleng dan lain-lain. Ini sudah kami paketkan”, Paparnya.

Dan rencananya Rombongan TKSK Kabupaten Gorontalo berangkat dari Gorontalo ke Kota Manado antara hari Jum’at atau Sabtu Februari 2023.
“Rencananya kami akan berangkat bersama-sama dengan rombongan lainnya yang juga akan memberikan bantuan di Kota Manado”, ungkap Nurhayati.

Senada dengan Nurhayati Ismail TKSK Kecamatan Tibawa yang juga koordinator Provinsi Gorontalo, Ahmad Pakaya menuturkan, jika kegiatan seperti ini bukan baru dilaksanakan melainkan sudah berulang kali.
” Kegiatan seperti ini bukan hanya sekali tapi sudah berulang kali kami laksanakan, misalnya pada saat bencana di Sulawesi Barat, bencana di Manado dua tahun lalu, Amurang bahkan bencana di wilayah Provinsi Gorontalo seperti di Kabupaten Bone Bolango dan lainnya”, papar Ahmad Pakaya atau yang akrab di sapa Aba Ato.
“Bahkan TKSK membantu guru ngaji untuk membeli tanah dan membangun rumah layak huni serta yang baru baru ini meringankan beban saudara-saudara kita di Kecamatan Bilato yang menjadi korban tanah longsor”, tutup Aba Ato.(Win/Relatif.id).



