RELATIF.ID, GORONTALO_Diduga jadi korban mafia tahan, Hastin Bay Hailu merupakan warga Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, telah laporkan Haji Umar (UM) di Polda Gorontalo.
Hastin menceritakan, awalnya ia tidak mengetahui bahwa tanahnya yang dua hektare tersebut sudah bersertifikat tanah atas nama Bay Hailu selaku orang tuanya, dan kemudian telah berganti nama pemilik UM alias Haji Umar.
“Sertifikat tanah terbit tahun 2007 atas nama Bay Hailu tetapi sertifikat itu tidak ada sama keluarga kami dan ternyata sertifikat itu sudah berganti nama atas nama UM alias Haji Umar,” jelas Korban Hastin Bay Hailu, Sabtu (27/04/2024)
Selanjutnya, ia menjelaskan, jauh sebelum surat pernyataan jual beli terbit tahun 2013 itu. Kata Hastin, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, ibunya meninggal tahun 1995 dan Ayahnya meninggal tahun 2012.
Oleh sebab itu, Hastin mencurigai, bahwa tanda tangan kedua orang tuanya di surat pernyataan jual beli tersebut, telah dipalsukan.
“Lebih parahnya nama mama saya yang disurat jual beli bukan nama mama saya, yang tertera disitu atas nama Nyonya Maimun Adam, mama saya atas nama Komu Kayeba. Jadi tanda tangan orang tua kami dipalsukan,” Ungkapnya.
Berdasarkan hal tersebut, Hastin bersama keluarganya telah melaporkan UM ke Polda Gorontalo, dengan membawa bukti-bukti maupun dokumen yang diduga telah dipalsukan.
“Sudah melapor di Polda Gorontalo dengan membawa banyak bukti yang kami miliki. Kemudian, dokumen yang kami juga membawa bukti yang telah dipalsukan oleh UM yaitu surat pernyataan jual beli, akta jual beli berasal dari notaris, KTP orang tua saya yang dipalsukan,” terangnya
“Sementara KTP asli papa saya masih ada sama kami selaku anaknya. Di KTP papa saya itu tidak ada tanda tangan cuman ada cap jempol, sementara di KTP yang dipalsukan serta dokumen lainya ada tanda tangan,” tambahnya
Terkahir, Hastin berharap, masalah dugaan mafia tanah ini bisa secepatnya diproses oleh Polda Gorontalo, agar tidak terjadi lagi korban yang selanjutnya.
“Kasus ini bisa dipercepat, dan kami juga berharap ini menjadi pelajaran bagi siapa saja, agar tidak terjadi lagi dikemudian hari,” tuturnya
Pewarta: Beju



