Warga Kelurahan Bongohulawa Tangih Janji Pemerintah Kabupaten Gorontalo

203

RELATIF.ID, GORONTALO__ Beberapa warga Kelurahan Bongohulawa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo datangi DPRD guna mempertanyakan status tanah mereka yang di jadikan lokasi kebun binatang, Senin (22/06/2021).

Sebelumnya masyarakat sudah dijanjikan akan diberikan pengganti tempat tinggal sekaligus sertifikat tanah.

Salah satu warga, Hasna Abuba mengaku jika janji sejak beberapa tahun yang lalu, sehingga kurang lebih ada 60 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini menagih janji tersebut.

“Sudah 21 tahun lalu lokasi tanah kami warga masyarakat di kelurahan Bongohulawa yang kurang lebih ada 60 KK sekarang menjadi lokasi kebun binatang, sebelumnya dijanjikan akan diberikan tempat tinggal pengganti sekaligus sertifikat,” Ujarnya

Dirinya menjelaskan, jika sudah berbagai upaya telah di lakukan bahkan pernah hiring di DPR dengan beberapa instansi tapi sampai dengan sekarang sudah 21 tahun sertifikat yang di janjikan belum diterima.

“Harapan kami kepada Bupati Kabgor (Nelson Pomalingo_red) di Periode kedua ini bisa merealisasikan sertifikat tanah yang sudah 21 tahun belum di serahkan kepada kami masyarakat kelurahan Bongohulawa,” ungkap Hasna

Sementara itu, anggota DPRDKabupaten Gorontalo dapil Limboto-Limboto Barat Nasir Potale meminta agar Bupati Gorontalo segera merealisasikan segala sesuatu yang menjadi perjanjian kepada masyarakat.

“Benar itu pernah di bahas di DPRD dan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah yang sekarang menjabat karena semuanya merek Bupati. Sehingga kita meminta kepada pemerintah daerah yang sekarang untuk segera merealisasikan hak-hak rakyat yang sudah dijanjikan pemerintah dahulu kepada masyarakat Bongohulawa karena sudah 21 tahun mereka menunggu,” pintanya

Nasir Potale (dok.istimewa)

Politisi dari Partai Demokrat ini berharap disisa periode kepemimpinan Nelson dan Hendra untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakatnya. Apalagi kata Nasir jika Bupati Nelson mampu merealisasikan yang pernah dijanjikan akan menjadi suatu amal ibadah dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kami berharap disisa periode Nelson Pomalingo ini bisa menyenangkan khususnya masyarakat Bongohulawa yang terkena relokasi sirkuit atau tanah yang tukar guling itu diberikan sertifikat,” kata Nasir

“Mereka hanya berharap sertifikat yang dulunya dijanjikan terima kunci rumah yang didalamnya semuanya lengkap,
dan ini mungkin menjadi satu catatan amal Ibadah untuk pemerintahan sekarang untuk menjalankan kewajiban atas hak-hak masyarakat ,” tutup Nasir di akhir penjelasannya. (Win/Relatif.id)

You might also like
Verification: 436f61bca2cedeab