kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
Kabupaten GorontaloPendidikan

Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Gorontalo Diduga Dianiaya Kepala Sekolah

249
×

Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Gorontalo Diduga Dianiaya Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

RELATIF.ID, GORONTALO___ Salah satu siswa yang duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Limboto Barat diduga mendapat perlakuan tak senonoh berupa penganiayaan dari Kepala Sekolahnya sendiri, Senin (02/10/2023).

Berdasarkan informasi yang dirangkum oleh media ini, bahwa siswa tersebut salah mengangkat tangan yakni dengan tangan kiri menghormati penaikan bendera merah putih saat upacara berlangsung di sekolahnya.

Melihat hal itu, selanjutnya sang Kepsek langsung melakukan aksinya dengan menganiaya siswa tersebut.

Menurut pengakuan keluarga korban, bahwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada hari Senin (25/09/2023).

Parahnya lagi pasca dugaan penganiayaan itu korban mengalami panas badan, muntah-muntah, sakit dada, sakit lengan, dan sesak nafas.

Hal itu terungkap ketika korban menghubungi orang tuanya yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu korban menceritakan hal naas yang menimpanya.

Selanjutnya orang tua korban menghubungi keluarga yang berada di Gorontalo, sembari mengatakan segera kembali dan akan melakukan aksi keberatan atas apa yang menimpa anaknya tersebut.

Mengetahui atas apa yang terjadi kepada korban, keluarga pun segera membawa korban ke Puskesmas Limboto Barat untuk dilakukan pemeriksaan, dan penanganan medis.

Nenek korban yang baru saja kembali dari Dikili (Zikir) peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, saat tiba di Puskesmas Limboto Barat mengatakan sangat keberatan atas apa yang menimpa cucunya itu.

” Jelas, saya sangat keberatan.” Ungkap nenek korban.

Sementara itu, Kepala Sekolah SZ alias Sunarti, ketika ditemui di Puskes Limboto Barat membantah dugaan pemukulan tersebut. Dirinya mengatakan tidak ada pemukulan yang dilakukan.

“Begini kan, disaat upacara anak ini membawa teks pancasila disebelah kanan, dia hormat sebelah kiri. Jadi saya kasih turun tangannya ini, bukan saya pukul, putar dan tempeleng bukan seperti itu, tidak ada pemukulan. Makanya saya itu yah biar saja, ada salah satu guru disitu tapi tidak ada pemukulan,” tegasnya.

Menarik Untuk Anda :  Upacara HUT ke-80 RI Tingkat Kabupaten Gorontalo Berlangsung Khidmat

Disinggung soal perkataan yang keluar dari mulut oknum Kepsek soal tidak takut kalau dipindahkan kemana saja, dirinya menjelaskan tidak pernah mengungkapkan hal tersebut.

“Itu juga saya mau bilang tidak benar yah sudah keluar dari mereka. Jadi saya tidak mau membantah, tidak mau kasi itu,” Tutupnya.(Win/Relatif.id).

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312