RELATIF.ID, GORONTALO__Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo gelar sosialisasi dan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan dikalangan pelajar dan generasi muda, bertempat di Aula Kesbangpol, Rabu (11/10/2023).
Adapun pemateri yang ditunjuk oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Gorontalo adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nawir Tondako serta KBO Binmas Polres Gorontalo, Ipda Burhan Isa dan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rinto Nurkamiden Napu.

Ditemui usai kegiatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Nawir Tondako menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Hari ini Badan Kesbangpol melaksanakan kegiatan yang sangat penting yaitu pendidikan karakter kebangsaan dikalangan pelajar dan generasi muda,” Ucap Nawir Tondako.

Mengapa penting, ucap Nawir, karena kegiatan ini untuk memberikan penguatan kepada anak – anak kita agar tidak kehilangan karakter kebangsaannya.
“Apalagi, saat ini kemajuan teknologi informasi dalam rangka globalisasi yang dapat menghilangkan nilai – nilai karakter kebangsaan,” Katanya.
Dirinya berharap, kepada para peserta kegiatan tersebut untuk dapat menyebarluaskan materi yang telah disampaikan di sekolah masing – masing.
“Terlebih, kita sebagai orang Gorontalo ini sangat berbudaya tinggi, sebagaimana falsafah adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah,” harap Nawir.

Sementara itu, Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kabupaten Gorontalo, Burhan Ismail menjelaskan, tujuan utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Tujuan kegiatan ini, yakni bagaimana siswa yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo benar – benar menjadi harapan orang tuanya, bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan hal – hak yang positif,” Jelas Burhan Ismail.
Selanjutnya, Burhan memaparkan alasan pembinaan tersebut dilakukan terlebih dahulu kepada para pelajar.
“Kami sengaja menjadikan siswa sebagai peserta, karena memang kegiatan seperti ini, harus diawali dari usia – usia yang masih berada di bangku sekolah,” Paparnya.

Menurutnya, jika penguatan karakter kebangsaan tidak disampaikan ke generasi bangsa maka tidak akan baik generasi tersebut.
“Karena kalau tidak diberikan pelajaran terhadap nilai – nilai karakter bangsa, maka bisa dipastikan akan menjadi generasi yang tidak akan baik,” ungkap Burhan.(Win/Relatif.id).



