kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
BeritaPerguruan TinggiRagam

Ikatan Alumni : ‘Bukan UNG Yang Sakit’

413
×

Ikatan Alumni : ‘Bukan UNG Yang Sakit’

Sebarkan artikel ini
Foto kiri: Ex Presiden BEM UNG 2009, Sunaryo Dulanimo. Foto kanan: Ex Presiden BEM UNG 2011, Arham Timumun.

RELATIF.ID, GORONTALO – Menyikapi berbagai narasi yang berkembang belakangan ini terkait kondisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dua alumni yang pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UNG, Sunaryo Dulanimo (2009) dan Arham Timumun (2011), turut menyampaikan pendapat sebagian respons terhadap informasi yang menyebut ‘UNG Sakit’.

Sunaryo Dulanimo, yang kini menjabat sebagai Ketua Alumni Fakultas Olahraga dan Kesehatan, menilai bahwa tudingan-tudingan yang menyebutkan UNG dalam kondisi “sakit” sangat tidak berdasar dan cenderung tendensius.

Dinosaur

“Pernyataan yang menyebutkan bahwa 20 ribu mahasiswa membayar UKT sebesar Rp4 juta itu tidak benar. Di UNG, besaran UKT bervariasi. Ada yang Rp1,5 juta, ada yang Rp3,5 juta, bahkan tidak sampai 15% jurusan yang UKT-nya mencapai Rp4 juta atau lebih. Jadi, menghitung 20 ribu mahasiswa dikalikan Rp4 juta itu menyesatkan,” tegas Sunaryo, Minggu (4/5/2025).

Ia menambahkan, sebagai alumni yang selama bertahun-tahun mengadvokasi mahasiswa terkait UKT, dirinya tahu betul bahwa Rektor Edward Wolok secara konsisten membuka ruang dialog dan memberikan solusi terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial.

“Setiap tahun selalu ada mahasiswa yang meminta penurunan UKT, dan Pak Edward selalu memberikan ruang. Bahkan UKT bisa dibayar dua hingga tiga kali cicilan. Itu kebijakan beliau. Bahkan ada juga mahasiswa dibebaskan UKTnya sampai selesai studi” jelasnya.

Menyinggung pernyataan dari tokoh masyarakat Mansir Mudeng yang menilai Rektor Edward “glamor” dan “tidak kompeten”, Sunaryo menyebut itu sebagai narasi personal yang jauh dari fakta dan tidak akademis

“Kalau glamor dari penampilan, saya kira itu keliru. Pak Edward itu sederhana. Mungkin Pak Mansir tidak mengenal beliau dengan baik. Dan menilai beliau tidak kompeten? Pak Edward yang memimpin ratusan profesor, doktor, dua puluh ribu mahasiswa, dan dipercaya memimpin Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, ISNU, hingga PGRI. Itu bukan pencapaian yang bisa diremehkan,” katanya.

Menarik Untuk Anda :  Cegah Stunting, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Libatkan Masyarakat Lewat Program Orang Tua Asuh

“Sehingga Kami kaget, kritik ugal-ugalan dan terkesan menyesatkan keluar dari sosok senior pak Mansir Mudeng. Yang kami tahu persis juga beliau tidak mengenal situasi UNG termasuk perkembangan UNG sampai saat ini banyak menuai pujian dari masyarakat, para rektor, bahkan sampai beberapa Menteri,” ucapnya.

Sunaryo juga menyoroti pentingnya kritik yang objektif dan berbasis data. Ia menyayangkan jika kritik hanya didasarkan pada informasi sepihak, apalagi bernuansa personal.

“Kami juga pernah mengkritik Pak Edward. Tapi kami lakukan secara objektif. Bukan melalui media dengan narasi yang memojokkan secara pribadi dan keluarga. Itu tidak etis,” tegasnya.

“Kami tahu persis, pak Edward punya pngalaman leadership yang sangat luar biasa, lalu kemudian di kritik oleh yang tidak punya pngalaman leadership, saya pikir itu mencerminkan pak Mansir keliru,” ucapnya.

Sementara itu, Arham Timumun juga menekankan bahwa UNG adalah rumah bersama bagi seluruh alumni. Isu “UNG Sakit” menurutnya menciptakan citra negatif bukan hanya pada institusi, tapi juga alumni dan mahasiswa.

“UNG bukan hanya milik pak Edward. Ini rumah kita semua. Rektor tidak bekerja sendiri, ada banyak akademisi yang bekerja disana, tentunya berdasarkan perencanaan batem up dan transparan. Kritik boleh, tapi jangan dengan cara yang merusak dan menyesatkan,” ujar Arham.

Terkait kegiatan Half Marathon yang sempat dipersoalkan, keduanya sepakat bahwa kegiatan tersebut justru mencerminkan semangat UNG dalam membangun budaya sehat dan aktif, apalagi UNG memiliki fakultas olahraga, kesehatan, dan kedokteran.

“Kalau ada yang bilang UNG sakit, mari kita ikut Half Marathon agar sehat. Tidak ada yang salah dengan kegiatan ini, apalagi menterinya datang dengan biaya sendiri. Jadi, kalau ada oknum satu, dua orang yang bilang UNG sakit, mereka perlu untuk olahraga half marathon supaya segera sehat,” pungkas Sunaryo.

Menarik Untuk Anda :  Kades Timuato, Iksan Hiliwilo Pimpin IKA SMAN 01 Telaga Biru Periode 2022-2026

Keduanya berharap kritik ke depan dapat disampaikan secara bijak, objektif, dan bermartabat. Mereka pun mengajak semua pihak untuk lebih sering bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan pimpinan kampus, bukan hanya menyerap informasi sepihak.

 

Penulis: Beju

kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
kpr subsidi gorontalo (970 x 250 piksel) (2)
previous arrow
next arrow
IKLAN 357 STUDIO 312