RELATIF.ID, GORONTALO – Di sela-sela evaluasi kinerja tenaga kesehatan di RSUD MM Dunda Limboto, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menyingkap satu persoalan krusial lain yang selama ini luput dari perhatian publik, yaitu kekosongan posisi Dewan Pengawas (Dewas) rumah sakit.
Sofyan menyebutkan, sejak beberapa waktu terakhir ini, RSUD MM Dunda Limboto tidak lagi memiliki dewas yang aktif karena seluruh anggotanya telah mengundurkan diri.
“Dan ke depan akan kami percepat terhadap pembentukan kembali dewas yang hari ini sudah tidak ada lagi, sudah pada mundur,” ujar Sofyan, Rabu (14/5/2025).
Ia menegaskan, ketidakhadiran dewas berdampak langsung pada tidak maksimalnya pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Padahal, dalam struktur organisasi, dewas berperan sebagai mitra penting manajemen rumah sakit dalam memastikan sistem berjalan sesuai arah dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Sehingga itu juga salah satu membuat tidak maksimalnya pelayanan kesehatan, karena dewas ini mitra daripada manajemen,” kata Sofyan.
Lebih lanjut, ia mengungkap alasan di balik pengunduran diri seluruh anggota dewas yang pernah menjabat. Menurutnya, pengisian posisi dewas sebelumnya tidak sesuai ketentuan.
“Mundur karena memang tidak sesuai ketentuan. Jadi dewas itu, pertama dari bagian keuangan itu eselon III, kemarin ditempati oleh Kaban Keuangan,” ucapnya.
Tak hanya itu, bagi Sofyan, posisi dewas yang diisi oleh Dinas Kesehatan juga mengalami kekeliruan.
“Kemudian dari Dinas Kesehatan, kemarin ditempati oleh Kadis Kesehatan. Maka secara aturan tidak bisa mereka, harus eselon III,” tegas Sofyan.
Dengan demikian, kondisi inilah yang membuat dewas tidak lagi aktif dalam beberapa waktu terakhir. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah kemudian akan mempercepat proses pembentukan dewas baru yang sesuai regulasi.
“Sejak saat itu, maka dewas sudah tidak lagi aktif. Maka kita percepat pembentukannya,” tandasnya.
Penulis: Beju



